Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, diangkat untuk bertemu dengan Raja Charles III dalam kunjungan kerja ke Inggris. Kunjungan ini akan fokus pada upaya konservasi gajah di Provinsi Aceh, yang menjadi isu penting bagi kedua pihak.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Pertemuan ini bertujuan untuk membahas pengalihan konsesi hutan demi menciptakan koridor konservasi bagi satwa gajah yang terancam punah. Hal ini mencerminkan kerjasama yang semakin mendalam antara Indonesia dan komunitas internasional dalam melindungi lingkungan.
Rencana Pertemuan dan Latar Belakang
Kunjungan Presiden Prabowo ke Inggris, yang direncanakan berlangsung pada Desember 2025, terpaksa ditunda hingga Januari 2026. Fokus utama dari pertemuan ini adalah perlindungan gajah di Aceh, yang menjadi perhatian bersama antara pemerintah Indonesia dan organisasi internasional.
Menurut informasi, Raja Charles III, yang merupakan pembina WWF, sebelumnya telah meminta dukungan Presiden Prabowo untuk mendonasikan konsesi lahan melalui PT Tusam Hutani Lestari. Ini bertujuan untuk mendukung program konservasi gajah yang semakin menghadapi ancaman.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Upaya Konservasi Gajah di Aceh
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa delapan bulan lalu, Presiden Prabowo telah menyerahkan konsesi hutan kepada pemerintah untuk dijadikan koridor konservasi gajah. Kerjasama ini dianggap sebagai langkah penting untuk melindungi satwa yang semakin terancam punah.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menambahkan bahwa seluruh konsesi PBPH milik PT Tusam Hutani Lestari akan dialihkan untuk tujuan konservasi, berkolaborasi dengan WWF. Ini menunjukkan komitmen pemerintah Indonesia dalam menangani isu perlindungan satwa liar secara berkelanjutan.
Agenda Pertemuan Lainnya dan Kerja Sama Internasional
Selain pertemuan dengan Raja Charles, Presiden Prabowo juga dijadwalkan untuk bertemu Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Dalam pertemuan ini, mereka akan membahas kerjasama dalam pembuatan kapal tangkap nelayan dan menjajaki studi lebih lanjut dengan universitas-universitas terkemuka di Inggris.
Kerjasama internasional dalam bidang konservasi satwa, termasuk gajah, diharapkan dapat menjadi model bagi upaya lebih luas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Indonesia.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: