Senin, 19 JANUARI 2026 • 14:40 WIB

Pergeseran Pilihan Anak Muda: Lebih Memilih Pengalaman daripada Barang

Author

Pergeseran Pilihan Anak Muda: Lebih Memilih Pengalaman daripada Barang

Dalam beberapa tahun terakhir, anak muda di Indonesia menunjukkan perubahan signifikan dalam cara mereka menjalani liburan. Mereka kini lebih memilih investasi waktu dan uang untuk pengalaman berharga ketimbang sekadar mengumpulkan barang-barang fisik.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Fenomena ini mencerminkan nilai yang berkembang dalam masyarakat, di mana pengalaman hidup dianggap lebih berharga dari sekadar oleh-oleh. Pengaruh media sosial juga semakin memperkuat tren berbagi momen daripada mengoleksi barang.

Perubahan Nilai dalam Masyarakat

Seiring waktu, pandangan anak muda terhadap liburan telah mengalami transformasi yang mendalam. Berdasarkan survei dari lembaga riset, 70% anak muda lebih mengutamakan pengalaman sosial saat berlibur, seperti menjelajahi tempat baru dan berinteraksi dengan orang lokal.

Anak muda kini lebih memahami bahwa pengalaman hidup yang positif dapat memperkaya kualitas hidup mereka. Mereka lebih menginginkan momen berharga yang dapat dibagikan dan dikenang, tanpa harus mengumpulkan barang tahunan.

Dari segi emosional, keterlibatan dalam aktivitas petualangan, perjalanan kuliner, dan budaya memberi dampak signifikan bagi kesejahteraan mental mereka. Peningkatan minat untuk terlibat dalam aktivitas yang memicu adrenalin menunjukkan perubahan ini.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Pengaruh Media Sosial

Media sosial berperan penting dalam membentuk preferensi anak muda terhadap pengalaman. Banyak yang merasa terdorong untuk berbagi momen menarik melalui platform seperti Instagram dan TikTok, yang semakin mengutamakan visual dan momental.

"Saya merasa lebih puas jika bisa membagikan pengalaman unik daripada hanya memiliki sesuatu yang dapat disimpan," ungkap salah satu pengguna media sosial yang aktif. Perubahan paradigma ini menunjukkan pergeseran fokus dari mengoleksi barang ke berbagi cerita.

Kehadiran influencer dan konten digital juga semakin mempengaruhi, di mana banyak konten menonjolkan keindahan pengalaman langsung. Ini menciptakan kesan bahwa memiliki pengalaman yang kaya jauh lebih menarik dibandingkan mengoleksi barang-barang.

Dampak Ekonomi dan Industri Pariwisata

Pergeseran preferensi ini berdampak signifikan pada ekonomi dan industri pariwisata. Destinasi wisata kini berupaya menjadikan pengalaman mereka lebih menarik dengan menawarkan tur dan aktivitas yang mendalam.

Data dari Asosiasi Pariwisata Indonesia menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan muda yang menghabiskan lebih banyak uang untuk pengalaman dibandingkan untuk belanja oleh-oleh. Hal ini menggambarkan arah investasi yang lebih menguntungkan bagi sektor pariwisata.

Dengan meningkatnya permintaan akan pengalaman, pelaku bisnis beradaptasi dengan model usaha yang lebih fokus pada pengalaman. Banyak tempat kini menawarkan paket wisata yang dirancang untuk mendukung interaksi langsung dengan budaya lokal.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU