Senin, 19 JANUARI 2026 • 12:39 WIB

Transformasi Ejaan Nama Negara di Indonesia: Dari Thailand Menjadi Tailan dan Lainnya

Author

Transformasi Ejaan Nama Negara di Indonesia: Dari Thailand Menjadi Tailan dan Lainnya

Pemerintah Indonesia baru-baru ini melakukan pembaruan terhadap standar ejaan beberapa nama negara, termasuk mengubah Thailand menjadi Tailan. Perubahan ini bertujuan untuk menyelaraskan ejaan dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Dokumen resmi tentang perubahan ini disampaikan dalam sidang United Nations Group of Experts on Geographical Names (UNGEGN) yang berlangsung pada 28 April hingga 2 Mei 2025. Selain Thailand, beberapa nama negara lainnya juga turut mengalami perubahan ejaan.

Latar Belakang Perubahan Ejaan

Inisiatif untuk memperbarui ejaan nama negara asing dalam bahasa Indonesia dimulai sejak tahun 2019. Delegasi Indonesia dalam forum UNGEGN mengumpulkan daftar nama ibu kota dan negara dengan tujuan untuk memperbaiki kaidah ejaan.

Pada tahun 2024, pemerintah melanjutkan upaya ini dengan memperbaharui ejaan berdasarkan sistem ortografi dan fonologi yang lebih tepat. Hal ini bertujuan untuk membuat penulisan nama-nama negara tersebut lebih sesuai dengan pelafalan bahasa Indonesia.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan bagian dari tugas Badan Informasi Geospasial. Proses ini melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, termasuk Kementerian Luar Negeri.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Daftar Perubahan Nama Negara

Dalam dokumen resmi yang dikeluarkan oleh UNGEGN, terdapat total 194 nama negara yang telah diubah sesuai standar baru. Contoh lain dari perubahan ini termasuk Bangladesh yang diubah menjadi Banglades dan Swiss menjadi Swis.

Nama-nama negara yang mengalami perubahan ejaan ini akan ditambahkan pula ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada edisi selanjutnya. Pembaruan ini dianggap sebagai langkah penting untuk memastikan konsistensi bahasa Indonesia serta membantu masyarakat mengenali nama-nama negara secara lebih akurat.

Pembaruan ini diharapkan akan memperkuat pemahaman masyarakat tentang istilah internasional yang digunakan dalam bahasa sehari-hari.

Implikasi Perubahan Ejaan

Perubahan ejaan ini bukan saja soal konsistensi bahasa, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman linguistik. Dengan penyesuaian ini, diharapkan masyarakat lebih mengenali nama-nama negara internasional dengan pelafalan yang lebih tepat.

Hafidz Muksin menegaskan bahwa perubahan ini juga merupakan salah satu cara untuk menjaga keutuhan bahasa Indonesia. Dengan menyelaraskan ejaan dan pelafalan, diharapkan dapat mengurangi kesalahan pemahaman yang sering terjadi di masyarakat akibat perbedaan ejaan.

Secara keseluruhan, langkah ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk mempromosikan bahasa resmi di tingkat global sambil tetap melestarikan bahasa dan budaya lokal.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU