Batuk berkepanjangan setelah infeksi saluran pernapasan menjadi perhatian karena potensi penularannya yang perlu diwaspadai.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Meskipun penderitanya merasa baik-baik saja, kondisi ini bisa menandakan saluran pernapasan yang belum sepenuhnya pulih.
Penyebab Batuk Berkepanjangan
Batuk berkepanjangan sering terjadi akibat meningkatnya sensitivitas saluran pernapasan setelah infeksi, menurut Dr. Mok Boon Rui, kepala eksekutif Pinnacle Family Clinic. Hal ini biasanya terjadi ketika saluran pernapasan belum sepenuhnya pulih.
Dokter Joanne Khor, dokter keluarga dan wakil kepala Poliklinik Jurong, menambahkan bahwa batuk bisa disebabkan oleh iritasi akibat postnasal drip, di mana lendir dari hidung atau sinus menetes ke tenggorokan dan menimbulkan rasa tidak nyaman.
Kondisi medis lain seperti asma, rinitis alergi, dan gastroesophageal reflux disease (GERD) dapat memperburuk sensitivitas ini, sehingga meningkatkan risiko batuk berkepanjangan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Risiko Penularan dan Tindakan Pencegahan
Ketika seseorang mengalami batuk berkepanjangan namun merasa sehat, risiko penularan kepada orang lain biasanya rendah, menurut Dr. Mok. Pada infeksi virus, penularan dapat terjadi beberapa hari sebelum gejala muncul dan setelahnya.
Meskipun risiko penularannya rendah, tindakan pencegahan tetap diperlukan, terutama di sekitar kelompok rentan seperti orang lanjut usia dan anak-anak. Mematuhi etika batuk, menjaga kebersihan tangan, dan menggunakan masker merupakan langkah-langkah yang dianjurkan.
Dr. Khor menyarankan penggunaan masker ini dapat mengurangi penyebaran partikel melalui batuk dan memperbaiki kelembapan udara yang dihirup, sehingga membantu meredakan iritasi tenggorokan.
Cara Mengatasi Batuk Berkepanjangan
Hidrasi yang memadai penting untuk menjaga kelembapan tenggorokan dan meredakan iritasi. Dr. Khor menyarankan agar penderita mengonsumsi air sedikit demi sedikit saat merasakan gejala batuk.
Menghindari merokok serta membatasi paparan terhadap iritan di rumah juga dapat membantu meredakan gejala batuk berkepanjangan.
Jika batuk disertai gejala lebih serius seperti sesak napas atau hemoptisis, Dr. Khor merekomendasikan untuk segera berkonsultasi ke fasilitas kesehatan dan mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: