Jennie BLACKPINK baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-30 namun perayaannya memicu kritik dari netizen.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Aksinya saat meniup lilin dianggap menyerupai gerakan merokok, dan video tersebut menjadi bahan perdebatan di media sosial.
Perayaan Ulang Tahun yang Menuai Kontroversi
Dalam video yang diunggah pada 16 Januari, Jennie terlihat ceria memegang kue ulang tahun, mengenakan kacamata hitam dan bando lucu. Namun, momen saat ia meniup lilin menjadi sorotan karena gerakan yang mirip dengan aksi merokok, dengan menempatkan lilin di dekat mulutnya.
Reaksi netizen pun beragam, banyak yang mengaitkan aksinya dengan insiden sebelumnya saat Jennie terlihat mengisap rokok elektrik di depan publik. Tindakan-tindakan ini menimbulkan kritik mengenai tanggung jawab seorang figur publik terhadap perilaku mereka.
Banyak penggemar memberikan komentar tentang perlunya Jennie lebih berhati-hati dalam penampilan publik, mengingat pengaruhnya yang besar terhadap penggemar dan masyarakat luas.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa
Dukungan dan Penolakan di Kalangan Netizen
Di tengah kritik yang datang, ternyata tidak semua netizen berpendapat negatif. Sebagian menyatakan bahwa perayaan seperti itu sudah menjadi tren di media sosial dan tidak seharusnya dipermasalahkan jika tidak melibatkan rokok nyata.
Salah satu netizen mengatakan, 'Itu hanya perayaan ulang tahun yang sedang tren. Apa masalahnya jika itu bukan rokok?'. Pandangan ini menunjukkan ada sisi lain dari publik yang lebih mendukung tindakan Jennie.
Perdebatan ini mencerminkan kompleksitas interaksi antara artis dan penggemar, di mana satu momen bisa menjadi isu besar namun juga menarik dukungan di saat yang sama.
Insiden Sebelumnya dan Permintaan Maaf
Kontroversi sebelumnya juga dialami Jennie saat terlihat mengisap rokok elektrik di Pulau Capri pada tahun 2024. Video tersebut menunjukkan tindakan yang dinilai kurang pantas karena ia mengembuskan asap ke arah wajah staf yang meriasnya.
Usai insiden tersebut, agensinya merilis pernyataan meminta maaf yang menyatakan bahwa Jennie telah merenungkan kebiasaan tersebut. 'Kami dengan tulus meminta maaf kepada semua orang yang merasa tidak nyaman dengan tindakan Jennie,' ungkap perwakilan agensi.
Pernyataan ini menunjukkan keseriusan agensi dalam menanggapi dampak negatif dari perilaku Jennie, serta penekanan pada pentingnya kesadaran akan tindakan seorang publik figur.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: