Otoritas Iran sedang mempertimbangkan untuk membuka kembali akses internet secara bertahap setelah penerapan pemblokiran selama lebih dari satu minggu. Kebijakan ini diterapkan akibat kerusuhan yang melanda negara tersebut.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Meski demikian, sebagian besar penyedia layanan internet dan layanan seluler masih mengalami gangguan, sehingga masyarakat kesulitan untuk berkomunikasi satu sama lain.
Kondisi Terkini Akses Internet di Iran
Pada hari Minggu, 18 Januari, laporan dari kantor berita AFP menyebutkan bahwa beberapa pengguna di Teheran mulai dapat terhubung kembali ke internet, meskipun banyak penyedia layanan masih menghadapi gangguan. Panggilan internasional sudah dapat dilakukan sejak hari Selasa, dan pengiriman pesan teks telah pulih sejak hari Sabtu.
Kantor berita Tasnim menginformasikan bahwa pemulihan akses internet akan dilakukan secara bertahap tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai mekanisme atau timeline pemulihannya.
Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Latar Belakang Kerusuhan dan Pemblokiran
Pemadaman komunikasi yang terjadi merupakan langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya oleh pemerintah Iran, seiring dengan meningkatnya seruan demonstrasi anti-pemerintah. Dalam beberapa hari terakhir, komunikasi seperti pesan teks dan panggilan telepon mengalami pemutusan yang signifikan, terutama untuk panggilan internasional.
Dalam upaya mengatasi keadaan ini, pemerintah terpaksa bergantung pada intranet domestik untuk memberikan akses ke situs web dan aplikasi lokal, termasuk layanan transportasi dan perbankan.
Korban Jiwa dan Reaksi Pemerintah
Pejabat Iran mengakui adanya korban jiwa dalam protes tersebut, meskipun tidak menyebutkan angka pasti. Menurut laporan dari Iran Human Rights (IHR), setidaknya 3.428 orang telah tewas akibat tindakan pasukan keamanan.
Namun, perkiraan lain menunjukkan jumlah korban tewas bisa lebih dari 5.000, dan dalam beberapa laporan mencapai 20.000, walaupun lembaga peradilan Iran membantah klaim tersebut. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, juga menyebutkan 'beberapa ribu' orang tewas akibat 'agen' asing yang dituduhnya menghasut kerusuhan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: