Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa sepuluh orang berada di dalam pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan informasi ini berdasarkan data dari Indonesia Air Transport.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Pesawat yang terbang dari Yogyakarta menuju Makassar berangkat dengan tujuh kru dan tiga penumpang, dimana Captain Sukardi tidak ikut serta dalam penerbangan. Hal ini mengurangi jumlah person on board (POB) menjadi sepuluh orang.
Rincian Kru dan Penumpang
Pesawat ATR 42-500 yang menghilang kontak saat dalam perjalanan dari Bandara Adi Sucipto menuju Bandara Sultan Hasanuddin berangkat pagi hari. Meskipun manifest mencatat sebelas orang, Captain Sukardi tidak ikut dalam penerbangan.
Lukman F. Laisa mengklarifikasi, "Confirm Capt. Sukardi tidak on board, sehingga POB hanya 10 orang." Dalam penerbangan ini, terdapat tujuh kru dan tiga penumpang, dengan daftar nama sebagai berikut: Capt. Andy Dahananto, Yudha Mahardika, Hariadi, Franky D Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, Esther Aprilita S, dan tiga penumpang yaitu Deden, Ferry, serta Yoga.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Kronologi Kejadian Hilang Kontak
Pesawat terbang pada pukul 04.23 UTC (11.23 WIB) dan saat mendekati Bandara Hasanuddin, dilaporkan keluar dari jalur yang seharusnya. Air Traffic Control (ATC) memberikan instruksi untuk mengoreksi posisi pesawat.
Namun, saat instruksi terakhir disampaikan, komunikasi terputus mendadak. Lukman menyatakan, "Air Traffic Control langsung mendeklarasikan fase darurat DETRESFA atau Distress Phase sesuai ketentuan," yang memicu pencarian di wilayah pegunungan kapur Bantimurung.
Upaya Pencarian dan Tantangan
Pencarian di kawasan pegunungan kapur Bantimurung menghadapi banyak tantangan, termasuk medan yang sulit. Tim pencari menggunakan berbagai peralatan untuk mencari dalam kondisi yang tidak bersahabat.
Meskipun tidak ada penemuan signifikan sejauh ini, upaya terus dilakukan oleh pihak berwenang. Masyarakat sangat tertarik pada perkembangan pencarian, dan Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk memberikan informasi terkini kepada publik.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: