Pesawat ATR 400 dilaporkan hilang kontak saat melintasi Pegunungan Karst Leang-leang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini terjadi pada pukul 13.17 WITA dan melibatkan sebelas orang, yang terdiri dari tiga penumpang dan delapan kru.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Tim Basarnas sedang melakukan upaya penyelamatan di lokasi yang ditentukan, berupaya dengan cepat mengidentifikasi lokasi pesawat yang hilang. Koordinasi yang tepat dengan pihak AirNav diharapkan dapat mempercepat pencarian.
Detail Penerbangan dan Upaya Penyelamatan
Pesawat ATR 400 yang hilang kontak berangkat dari Yogyakarta dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar. Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, memastikan tim penyelamat sudah dalam perjalanan menuju lokasi berdasarkan koordinat yang diberikan.
Andi menambahkan, "Saat ini kami menuju ke lokasi yang diberikan koordinat dari AirNav sekitar Leang-leang." Tim Basarnas juga telah mengerahkan personel tambahan untuk mempercepat pencarian, dengan tim pertama sudah berangkat untuk mengevaluasi situasi di lokasi kejadian.
"Tadi sudah kami berangkatkan sortir pertama untuk melakukan asesmen ke lokasi dan juga lima orang," ungkap Andi Sultan. Total ada 15 personel tambahan yang sudah dikerahkan ke titik hilangnya pesawat.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Latar Belakang Pesawat dan Rute Penerbangan
Pesawat ATR 400 adalah milik Indonesia Air Transport yang terbang dengan total 11 orang di dalamnya. Pesawat tersebut diperkirakan hilang kontak saat memasuki Pegunungan Karst Leang-leang, yang terkenal memiliki kondisi geografis yang sulit.
Tim Basarnas menerima informasi bahwa pesawat berangkat tepat pada waktu yang ditentukan dan mengikuti rute penerbangan yang telah disetujui sebelumnya. Informasi ini menjadi acuan penting dalam upaya pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung.
Kondisi Terkini dan Respons Masyarakat
Kondisi cuaca di area pencarian menjadi faktor krusial dalam baiknya operasional penyelamatan. Tim Basarnas telah dilatih untuk menghadapi tantangan di daerah pedalaman dan tetap memprioritaskan keselamatan selama pencarian.
Andi Sultan juga menyampaikan, "Sortir berikutnya akan kami berangkatkan bersama potensi yang ada sekitar 40 orang," menegaskan kesiapan tim untuk mencari pesawat yang hilang. Dukungan dari masyarakat setempat dan keluarga penumpang juga sangat terasa dalam situasi ini.
Keluarga dari para kru dan penumpang pesawat mengikuti perkembangan pencarian dengan penuh harapan, sementara masyarakat setempat memberikan dukungan kepada tim penyelamat dalam upaya pencarian.
Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: