Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Teknologi, Brian Yuliarto, diundang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk berdiskusi mengenai hilirisasi logam tanah jarang di Istana Kepresidenan Jakarta. Pertemuan yang berlangsung malam hari ini bertujuan untuk mempercepat pengelolaan mineral kritis yang esensial bagi industri Indonesia.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Diskusi yang diadakan pada Kamis, 15 Januari 2026, merupakan langkah penting dalam menciptakan strategi industri yang lebih berkelanjutan. Brian Yuliarto menegaskan bahwa pemerintah ingin mendorong penguasaan teknologi demi kesejahteraan rakyat.
Fokus pada Hilirisasi Logam Tanah Jarang
Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh beberapa menteri dan tamu dari luar negeri. Brian Yuliarto dalam pernyataannya mengatakan, "Jadi, Pak Presiden ingin mendorong industri strategis, terutama industri mineral kritis di Indonesia. Tadi saya mendapatkan arahan agar dipercepat."
Brian menambahkan bahwa hilirisasi logam tanah jarang, yang berperan penting dalam teknologi pengelolaan, menjadi salah satu prioritas pemerintah. Dia menyatakan, "Teknologi segera dikuasai sehingga kandungan mineral kritis, rare earth salah satunya itu bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat."
Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Aplikasi Logam Tanah Jarang dalam Industri Mobil Nasional
Dalam diskusi ini, Brian menekankan peran logam tanah jarang untuk pengembangan mobil nasional. Meskipun aplikasi saat ini masih terbatas, ia mengungkapkan, "Mobnas tadi ya, beberapa. Tapi itu kan beberapa aplikasi rare earth juga untuk Mobnas."
Presiden Prabowo turut mendorong Danantara untuk menjajaki kerjasama teknologi dengan pihak luar demi percepatan hilirisasi. Harapan Brian adalah kerjasama internasional dapat mempercepat proses penguasaan teknologi industri.
Kepentingan Neodymium-Praseodymium (NdPr)
Brian juga menyoroti pentingnya pengembangan logam tanah jarang, terutama neodymium-praseodymium (NdPr), yang memiliki aplikasi strategis. Ia menjelaskan, "Salah satu aplikasinya. Karena di sana ada, misalnya, NdPr yaitu aplikasi untuk permanen magnet yang sangat dibutuhkan untuk kendaraan listrik."
Dengan perkembangan kendaraan listrik yang cepat, penguasaan teknologi dalam pengelolaan logam tanah jarang menjadi sangat mendesak. Inisiatif ini akan berkontribusi signifikan bagi keberhasilan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: