Jumat, 16 JANUARI 2026 • 11:16 WIB

Kehadiran Dewan Perdamaian Gaza: Upaya Baru Trump untuk Stabilitas Wilayah

Author

Kehadiran Dewan Perdamaian Gaza: Upaya Baru Trump untuk Stabilitas Wilayah

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza untuk merespons konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Pengumuman ini dilakukan melalui media sosial pada Kamis (15/1), di mana Trump menjelaskan pentingnya dewan tersebut dalam upaya perdamaian.

Pembentukan Dewan Perdamaian

Dewan Perdamaian yang dibentuk Trump adalah hasil dari resolusi yang disetujui oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 17 November lalu.

Trump dalam pernyataannya menyebutkan, 'Merupakan kehormatan besar bagi saya untuk mengumumkan bahwa DEWAN PERDAMAIAN telah dibentuk.'

Dewan ini akan beroperasi di bawah pengawasan komite teknokrat Palestina yang baru saja dibentuk, dengan Trump sebagai ketua.

Rencananya, daftar anggota dewan akan diumumkan segera, dengan Trump mengklaim bahwa dewan ini adalah 'dewan terhebat dan paling bergengsi' di dunia.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Fase Kedua Gencatan Senjata

Gencatan senjata Gaza telah memasuki fase kedua, yang diumumkan pada Rabu (14/1) oleh utusan khusus Trump, Steve Witkoff.

Langkah ini merupakan bagian dari skema besar untuk demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza setelah konflik yang berkepanjangan.

'Hari ini, atas nama Presiden Trump, kami mengumumkan peluncuran Fase Dua dari Rencana 20 Poin Presiden untuk Mengakhiri Konflik Gaza,' kata Witkoff.

Trump juga menyampaikan bahwa bantuan kemanusiaan telah berhasil menjangkau rakyat Gaza dalam jumlah signifikan selama fase pertama gencatan senjata.

Tantangan di Lapangan

Meski gencatan senjata telah berlangsung, laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza menunjukkan tingginya angka kekerasan, dengan 451 orang tewas sejak gencatan senjata dimulai.

Warga Palestina secara konsisten menekankan bahwa perdamaian hanya akan tercapai jika Israel menarik semua pasukannya dari Gaza, namun hal ini ditolak oleh pihak Israel.

Di sisi lain, kelompok Hamas menunjukkan penolakan terhadap rencana perdamaian ini, menegaskan bahwa proses disarmament yang diminta oleh Israel tidak dapat dilaksanakan.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU