Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membuka universitas kedokteran dan teknik tanpa biaya bagi mahasiswa. Rencana ini diumumkan dalam acara peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dengan pendekatan ini, Prabowo berharap akses pendidikan tinggi dapat terbuka untuk semua anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang sosial dan ekonomi mereka.
Program Pembukaan Kampus Kedokteran dan Teknik
Dalam penjelasannya, Prabowo menyatakan, "Dalam waktu dekat kita akan buka kampus-kampus kedokteran, dan di kampus kedokteran ini dan rencana saya kampus-kampus kedokteran, teknik, dan sebagainya nanti dibuka untuk semua anak-anak Indonesia dan mereka tidak boleh bayar, dibayar oleh negara."
Merujuk pada kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang baik, Prabowo menekankan bahwa keberadaan dokter dan dokter gigi di Indonesia sangat krusial. Ia percaya bahwa dengan membuka kampus ini, dapat memenuhi kekurangan tenaga medis yang ada.
Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta
Pendidikan sebagai Kunci Mengatasi Kemiskinan
Prabowo menyatakan bahwa pendidikan adalah sarana penting dalam mengatasi kemiskinan di Indonesia. Ia berkomitmen untuk memastikan setiap anak memiliki hak untuk menerima pendidikan yang berkualitas.
Namun, ia juga mengingatkan akan adanya tantangan seperti korupsi yang dapat menghalangi dana pendidikan. "Tapi pendidikan butuh uang, uang kita kalau dicuri, dikorupsi kurang untuk bangun semua sekolah yang ingin kita bangun, semua kampus yang ingin kita bangun," kata Prabowo.
Inisiatif Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin
Sebagai salah satu langkah pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, Prabowo meluncurkan Sekolah Rakyat yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menargetkan anak-anak di Desil 1 dan 2 DTSEN.
Hingga tahun 2025, sebanyak 166 titik Sekolah Rakyat telah dibuka dan melibatkan 14.846 siswa, didukung oleh 2.218 guru serta 4.889 tenaga pendidik. Sekolah-sekolah ini tersebar di wilayah seperti Sumatra, Jawa, dan Papua.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: