Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada akhir 2025 diproyeksikan mencapai Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini menunjukkan kenaikan dari defisit tahun 2024 yang tercatat 2,3% dari PDB.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dalam sebuah konferensi pers yang diadakan pada Kamis (8/1/2026), Purbaya menjelaskan bahwa peningkatan defisit tersebut berkaitan dengan kebijakan ekonomi yang mengedepankan ekspansi. Dia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara defisit dan kesehatan ekonomi, serta menyatakan bahwa opsi untuk menurunkan defisit tanpa pertumbuhan adalah bukan solusi yang baik.
Kebijakan Ekonomi yang Diterapkan
Purbaya menjelaskan bahwa meskipun defisit meningkat, fokus pemerintah tetap pada kesehatan ekonomi jangka panjang. 'Defisit naik ke 2,92% dari rencana awal 2,53% ini misi menjaga ekonomi ekspansi ini kebijakan countercyclical,' ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa tujuan kebijakan ini adalah untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Menurutnya, perbaikan fondasi ekonomi diharapkan membawa dampak yang signifikan pada masyarakat di masa depan.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Pendapatan dan Belanja Negara
Laporan pemerintah menunjukkan bahwa pada tahun 2025, pendapatan negara direncanakan mencapai Rp 2.756,3 triliun, di mana penerimaan pajak menyumbang Rp 1.917,6 triliun. Selain itu, kepabeanan dan pajak cukai menyumbang Rp 300,3 triliun, dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 534,1 triliun.
Belanja negara direncanakan mencapai Rp 2.602,3 triliun, yaitu 96,3% dari perkiraan. Keseimbangan primer mencatat defisit sebesar Rp 180,7 triliun, yang menunjukkan tantangan bagi pemerintah dalam pengelolaan anggaran.
Proyeksi dan Harapan untuk Tahun Depan
Purbaya mengekspresikan optimisme terhadap tahun 2026 dengan target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan sebesar 5,4%. Dia mengarahkan perhatian pada upaya untuk menekan defisit melalui kebijakan yang lebih agresif.
'Saya yakin 2026 dengan membaiknya fondasi ekonomi dan momentum ekonomi ke depan, defisit bisa ditekan,' tegasnya, menunjukkan keyakinan akan pemulihan ekonomi setelah pandemi.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: