Dwi Pilihanto, pemain KAFI Jogja, kini dilarang bermain seumur hidup oleh PSSI akibat tindakan kekerasan saat pertandingan Liga 4.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Tindakannya yang menendang kepala lawan, Amirul, mengakibatkan cedera serius dan menuai sanksi tegas dari pihak berwenang.
Rincian Insiden di Liga 4
Insiden tersebut berlangsung pada 6 Januari 2026, saat KAFI Jogja melawan UAD FC. Dalam momen perebutan bola, Dwi melakukan tindakan kontroversial dengan menendang kepala Amirul, lawan yang sedang merebut bola.
Akibat serangan tersebut, Amirul terjatuh dan memerlukan perawatan medis. Walaupun Dwi hanya mendapat kartu kuning di lapangan, konsekuensi serius mengikutinya setelah investigasi PSSI DIY.
Kasus ini menunjukkan kekhawatiran yang meluas terkait kekerasan dalam kompetisi di tingkat bawah, di mana fair play seharusnya menjadi landasan utama.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Sanksi Dari PSSI dan Tanggapan Klub
Berita buruk bagi Dwi datang ketika PSSI DI Yogyakarta mengeluarkan surat keputusan yang melarangnya bermain seumur hidup. Sanksi itu dijatuhkan berdasarkan beberapa pasal dalam Kode Disiplin PSSI 2025 yang menekankan bahwa kekerasan tidak bisa ditoleransi.
Setelah menerima keputusan itu, Klub KAFI Jogja bertindak cepat dengan memecat Dwi dari tim. Dalam pernyataan resmi, pihak klub menyatakan, "Tim KAFI menerima dengan baik seluruh putusan Komdis PSSI DIY."
Mereka menegaskan bahwa tindakan Dwi bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung oleh klub.
Dukungan untuk Korban dan Pentingnya Fair Play
KAFI Jogja juga mengungkapkan rasa simpatinya kepada Amirul, yang menjadi korban kekerasan dalam insiden tersebut. Klub berharap agar Amirul segera pulih dari cedera yang ia alami.
Lebih dari sekadar rehabilitasi fisik, KAFI menekankan perlunya membangun budaya fair play di kalangan pesepak bola untuk menghindari kejadian serupa di masa depan.
Insiden ini memberikan pelajaran penting bahwa kekerasan tidak memiliki tempat dalam dunia olahraga, dan keselamatan pemain selalu harus diutamakan.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: