Insiden pecah ban di Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) mengundang perhatian setelah banyak keluhan dari pengendara mengenai kondisi jalan yang buruk.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Berdasarkan laporan, setidaknya tiga kendaraan mengalami pecah ban di sekitar KM 139, di mana jalan berlubang terdeteksi dari KM 129 hingga KM 140.
Kondisi Jalan dan Respons Pengelola
Ardam Rafif Trisilo, Kepala Departemen Manajemen Berkelanjutan & Komunikasi Perusahaan Astra Tol Cipali, menyatakan bahwa insiden ini terjadi setelah hujan deras yang menambah kerusakan pada permukaan jalan.
"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan akibat adanya lubang di beberapa titik di ruas tol yang antara lain dipengaruhi oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan," ungkap Ardam.
Ia juga menambahkan bahwa penanganan bagi pengguna jalan yang mengalami pecah ban sudah dilakukan pasca insiden yang terjadi pada 7 Januari 2026, meskipun beberapa titik jalan masih memerlukan perhatian lebih.
Sebagai langkah pencegahan, pengelola tol telah memasang rambu peringatan untuk meningkatkan kewaspadaan pengendara terhadap kondisi jalan.
Penyebab Kerusakan Ban dan Dampaknya
Fisa Rizqiano, Kepala Original Equipment (OE) Bridgestone Indonesia, menjelaskan bahwa kerusakan pada ban umumnya disebabkan oleh dinding ban yang rusak, seringkali akibat tekanan udara yang tidak sesuai.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
"Kerusakan ini dinamakan Flat Running," katanya, menekankan bahwa ketika ban beroperasi dengan tekanan hampir nol, struktural sampingnya tidak mampu menahan beban.
Fisa menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi ban untuk mencegah kerusakan yang lebih lanjut.
"Apa pun penyebabnya, perlu dilakukan pengecekan mendalam agar dapat menghindari kerusakan serupa di kemudian hari," tambahnya.
Pentingnya Pemeliharaan Tekanan Ban
Menjaga tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan sangat krusial, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi.
Tekanan ban yang ideal dapat membantu struktur ban berfungsi optimal untuk mendukung beban kendaraan serta meredam benturan dari permukaan jalan yang tidak rata.
Fitur Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) di kendaraan modern sangat membantu pengemudi untuk memantau kondisi tekanan ban secara berkala.
Bagi mereka yang tidak memiliki fitur tersebut, Fisa merekomendasikan pengecekan tekanan ban secara manual untuk mengurangi risiko kerusakan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: