Kamis, 08 JANUARI 2026 • 11:19 WIB

Anggaran Rp 335 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis: Upaya Pemerintah Perangi Malnutrisi 2026

Author

Anggaran Rp 335 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis: Upaya Pemerintah Perangi Malnutrisi 2026

Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Keputusan ini diungkapkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam konferensi pers setelah retreat kabinet bersama Presiden Prabowo Subianto di Bogor.

Alokasi Anggaran dan Harapan Program

Anggaran sebesar Rp 335 triliun diharapkan dapat memenuhi kebutuhan gizi terutama bagi anak-anak yang rentan terhadap malnutrisi.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo, menyatakan bahwa Presiden Prabowo menginginkan pelaksanaan program ini berjalan disiplin dan efektif.

Dalam taklimat awal tahun, Prabowo sangat mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan prosedur pemberian gizi.

"Beliau (Prabowo) menghendaki untuk disiplin prosedur itu ditingkatkan," imbuh Prasetyo.

Makna dan Rationale di Balik Program

Program Makan Bergizi Gratis diluncurkan sebagai respons terhadap tingginya angka malnutrisi di Indonesia, di mana satu dari lima anak mengalami kekurangan gizi.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Prabowo merujuk pada ucapan Bung Karno, "The hungry stomach cannot wait," untuk menekankan pentingnya program ini.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa perhatian serius terhadap isu gizi anak sangat penting untuk perkembangan mereka dan produktivitas bangsa di masa mendatang.

Kebijakan ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting dan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh gizi buruk.

Capaian dan Tantangan Program MBG

Prabowo dalam pernyataannya mengklaim bahwa program MBG telah mencapai keberhasilan sebesar 99,99 persen.

"Kita bersyukur bahwa kalau kita pelajari dengan objektif statistik, boleh dikatakan bahwa kita 99 persen berhasil," ungkapnya.

Namun, Prabowo juga mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri dan terus berkomitmen untuk mengatasi kekurangan dalam pelaksanaan program.

"Langkah-langkah pengamanan terus kita lakukan. Tapi intinya adalah bahwa kita intervensi," tegasnya.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU