Seorang perempuan bernama Renee Nicole Good tewas ditembak oleh petugas imigrasi di Minneapolis, AS, pada Rabu (7/1). Kejadian ini memicu kemarahan dari berbagai pihak, termasuk Wali Kota dan Gubernur Minnesota.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Presiden Donald Trump justru membela tindakan petugas ICE dan mengklaim itu sebagai aksi bela diri. Insiden ini terjadi di tengah protes mengenai penegakan hukum imigrasi yang sedang berlangsung di wilayah tersebut.
Latar Belakang Insiden Penembakan
Insiden penembakan terjadi saat petugas ICE mendekati kendaraan SUV Honda yang menghalangi jalan berlapis salju. Dalam video yang beredar, Renee terlihat berusaha melarikan diri ketika petugas mencoba membuka pintu mobilnya.
Menurut Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), tiga tembakan dilepaskan oleh agen ICE ketika kendaraan mulai bergerak menjauh. Mereka mengklaim Good berusaha menabrak petugas, yang memicu tindakan defensif tersebut.
Wali Kota Minneapolis, Jacob Frey, menolak klaim bahwa Good melawan petugas, menyebutnya sebagai 'omong kosong' dan meminta agar petugas ICE dilarang beroperasi di kotanya. Gubernur Tim Walz juga menjanjikan investigasi menyeluruh terkait insiden ini.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Reaksi Pejabat dan Publik Terhadap Penembakan
Kemarahan terhadap tindakan petugas ICE disampaikan secara terbuka oleh Wali Kota Frey, yang menegaskan bahwa kota tidak ingin menjadi lokasi operasi razia federal. Ia menyerukan penegakan hukum yang lebih manusiawi dan adil.
Di sisi lain, Presiden Trump mempertahankan tindakan tersebut dengan menyatakan bahwa Good mengemudikan mobil secara sembarangan dan berusaha menabrak petugas. 'Perempuan yang mengemudikan mobil itu sangat tidak tertib, menghalangi dan melawan,' tulisnya di platform Truth Social.
Sebagai bentuk protes, ribuan orang menggelar doa bersama di lokasi kejadian malam insiden tersebut. Demonstrasi juga berlangsung di berbagai lokasi, termasuk di Manhattan, menuntut pertanggungjawaban atas penembakan itu.
Konteks Sosial dan Politik Terkait Kebijakan Imigrasi
Insiden ini terjadi dalam konteks operasi imigrasi pemerintah yang kontroversial dan komitmen Trump untuk menangkap dan mendeportasi imigran tanpa dokumen. Berbagai demonstrasi terhadap kebijakan ini telah berlangsung di berbagai daerah.
DHS menyebut kekerasan ini sebagai 'konsekuensi langsung' dari demonisasi terhadap petugas imigrasi. Pernyataan tersebut mendapat kritik dari pejabat lokal yang berpendapat bahwa penegakan hukum perlu mempertimbangkan hak asasi manusia.
Masyarakat terus bersuara menentang penegakan hukum imigrasi yang keras dan tidak manusiawi, menyerukan perlunya pendekatan yang lebih berbasis kemanusiaan dalam pengelolaan isu imigrasi.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: