Kamis, 08 JANUARI 2026 • 10:47 WIB

Kenaikan Inflasi di Venezuela: Dari Bahan Pokok Hingga Barang Kebutuhan Sehari-hari

Author

Kenaikan Inflasi di Venezuela: Dari Bahan Pokok Hingga Barang Kebutuhan Sehari-hari

Venezuela saat ini menghadapi krisis inflasi yang mengkhawatirkan, dengan catatan mencapai 65.000% pada tahun 2025. Kenaikan harga ini berdampak serius pada daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi negara.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Situasi semakin memburuk dengan ketidakpastian politik menyusul penangkapan Presiden Nicolas Maduro akibat serangan militer oleh Amerika Serikat. Hal ini menambah tantangan bagi negara yang sudah mengalami hiperinflasi selama bertahun-tahun.

Kondisi Ekonomi dan Inflasi di Venezuela

Hiperinflasi di Venezuela telah berlangsung selama beberapa dekade, dan saat ini, International Monetary Fund (IMF) memprediksi inflasi tahunan dapat mencapai 270% pada tahun 2025. Situasi ini mungkin akan semakin parah dengan proyeksi mencapai lebih dari 600% pada tahun 2026.

Walaupun terdapat sedikit perbaikan dibandingkan dengan puncak inflasi sebelumnya, banyak masalah seperti depresiasi mata uang dan penurunan daya beli tetap menjadi tantangan serius. Sejak 2015, inflasi terus melonjak dengan tingkat mencolok, tercatat 254,9% pada 2016 dan 438,1% pada 2017.

Pada 2018, inflasi mencapai puncaknya dengan angka yang fantastis, yaitu 65.374%. Perkembangan ini menunjukkan ketidakberdayaan ekonomi negara dalam menghadapi situasi yang terjadi.

Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer

Kenaikan Harga Bahan Pokok

CEDICE Observatorio de Gasto Publico melaporkan lonjakan signifikan pada harga bahan pangan dalam survei dari Mei 2024 hingga Mei 2025. Kenaikan paling mencolok terjadi pada gula, kopi, dan daging sapi dengan masing-masing kenaikan mencapai 360%, 366%, dan 361%.

Kenaikan harga gula secara dramatis mencerminkan tekanan pada komoditas esensial rumah tangga, yang ikut melambungkan biaya hidup masyarakat. Sementara itu, harga kopi yang melonjak dari 397 Bs menjadi 1.850 Bs menggambarkan dampak langsung pada pengeluaran.

Daging sapi, sebagai sumber protein utama, juga tidak luput dari kenaikan harga yang signifikan. Kenaikannya dari 333 Bs pada Mei 2024 menjadi 1.536 Bs menjadi masalah nyata bagi konsumsi masyarakat.

Dampak terhadap Kebutuhan Rumah Tangga

Tidak hanya bahan pangan, inflasi juga menjangkiti barang kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, tisu toilet, dan sampo. Kenaikan harga pasta gigi dari 113 Bs menjadi 386 Bs menunjukkan adanya kenaikan 241% dalam satu tahun.

Tisu toilet mengalami kenaikan harga yang serupa, menjadikannya barang kebutuhan sanitasi yang kian mahal. Fenomena ini menunjukkan bahwa inflasi merembet ke barang-barang esensial yang diperlukan masyarakat.

Sampo pun mengikuti tren kenaikan harga, dari Rp13.837 menjadi Rp44.789, mencatatkan kenaikan sekitar 223%. Lonjakan harga ini menunjukkan bahwa inflasi di Venezuela tidak hanya berdampak pada pangan, tetapi juga barang-barang dasar yang sulit dijauhi.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU