Rabu, 07 JANUARI 2026 • 13:45 WIB

Tingginya Kasus Influenza di AS: Terburuk dalam Dua Dekade

Author

Tingginya Kasus Influenza di AS: Terburuk dalam Dua Dekade

Kasus influenza di Amerika Serikat mencapai tingkat tertinggi dalam 25 tahun, dengan hampir semua negara bagian mengalami lonjakan. Varian baru influenza A (H3N2) subclade K, yang dikenal sebagai 'super flu', menjadi penyebab utama peningkatan ini.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menunjukkan, kunjungan ke dokter karena gejala mirip influenza mencapai 8,2 persen di akhir tahun lalu, naik dari 6,7 persen tahun sebelumnya.

Kondisi Kesehatan Masyarakat di AS

Tahun ini dianggap sebagai tahun yang sangat mencemaskan bagi kesehatan masyarakat, seperti yang dinyatakan oleh Dr. Caitlin Rivers dari Johns Hopkins Center for Health Security. 'Ini jelas tahun yang sangat berat. Kita belum pernah melihat kondisi seperti ini setidaknya dalam dua dekade terakhir,' ungkapnya, menyoroti urgensi situasi.

Wilayah-wilayah di AS masih berada di puncak penularan virus, mempengaruhi pelayanan kesehatan. Massachusetts, misalnya, melaporkan tekanan besar pada rumah sakit yang kewalahan menghadapi jumlah pasien, terutama anak-anak yang terdampak parah.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Dampak Lonjakan Kasus Influenza

CDC memperkirakan sekitar 11 juta orang terinfeksi flu musim ini, dengan 120 ribu dirawat di rumah sakit dan 5.000 kematian dilaporkan. Di antara korban, sembilan di antaranya adalah anak-anak, mencerminkan dampak yang sangat serius dari situasi ini.

Para ahli juga menunjukkan bahwa lonjakan ini tidak biasa, apalagi setelah musim flu sebelumnya juga tergolong berat. 'Kami melihat anak-anak sakit parah, keluarga yang kehilangan orang tercinta dan rumah sakit yang berada di bawah tekanan kapasitas,' kata dr. Robbie Goldstein, Komisioner Kesehatan Publik Massachusetts.

Strategi Vaksinasi dan Pencegahan

Dalam menghadapi krisis ini, para ahli menekankan pentingnya vaksinasi sebagai langkah pencegahan. Dr. Michael Osterholm dari University of Minnesota menyarankan, 'Jika belum divaksin, lakukan sekarang. Jangan menunggu.'

Sayangnya, CDC melaporkan penurunan tingkat vaksinasi flu di kalangan anak-anak dan dewasa yang dapat memperburuk keadaan. Walaupun vaksin flu tidak selalu mencegah infeksi, ia terbukti efektif dalam mengurangi risiko sakit yang parah dan kematian.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU