Di Indonesia, banyak orang masih percaya bisa berkomunikasi dengan arwah atau makhluk halus lainnya. Fenomena ini mengundang berbagai pandangan dari masyarakat yang terbagi antara kepercayaan dan skeptisisme.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Ada pihak yang menganggap kemampuan ini adalah spiritual, sementara yang lain skeptis dan memandangnya sebagai ilusi. Artikel ini akan membahas lebih dalam tentang pandangan tersebut dan latar belakangnya.
Aspek Spiritual dan Budaya
Di Indonesia, kepercayaan terhadap dunia arwah merupakan bagian integral dari budaya dan tradisi. Banyak orang percaya bahwa arwah dapat berkomunikasi dengan yang masih hidup melalui medium tertentu yang dipercaya.
Seorang paranormal terkenal, Denny Darko, pernah menyatakan, "Setiap orang memiliki kemampuan untuk merasakan energi yang berbeda, termasuk arwah." Hal ini mengindikasikan bahwa tidak semua individu mampu merasakan keberadaan makhluk halus dengan cara yang sama.
Tradisi lokal, seperti ruwah di Jawa, mencerminkan perhatian masyarakat terhadap arwah nenek moyang dan memperkuat identitas serta kekerabatan dalam masyarakat. Ritu-ritu ini sering memperkuat keyakinan akan interaksi antara dunia yang hidup dan yang telah tiada.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Psikologi di Balik Keyakinan
Para ahli psikologi menyatakan klaim komunikasi dengan arwah sering berkaitan dengan kebutuhan emosional individu. Terutama pada saat kehilangan orang terkasih, individu cenderung berusaha menemukan cara untuk merasa terhubung kembali dengan yang telah pergi.
Sebuah penelitian dari Journal of Psychical Research menunjukkan bahwa sebagian orang mengalami pengalaman spiritual setelah kehilangan, sering kali diinterpretasikan sebagai komunikasi dari arwah. Ini berfungsi sebagai mekanisme coping yang membantu mereka mengatasi duka yang mendalam.
Dengan cara ini, pencarian untuk berkomunikasi dengan arwah bisa menjadi petunjuk untuk memahami proses berduka, memberikan harapan saat menghadapi kehilangan yang berat.
Kritik dan Skeptisisme
Namun, ada juga suara skeptis yang memperdebatkan klaim tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa komunikasi dengan arwah sering kali merupakan hasil dari penipuan atau sugesti yang didasarkan pada kebutuhan emosional.
Beberapa paranormal diketahui memanfaatkan teknik sugesti untuk meyakinkan individu bahwa mereka sedang berinteraksi dengan arwah. Psikolog menyebut ini sebagai efek placebo, di mana individu merasa terhibur karena keyakinan tersebut.
Sebagai contoh, dalam seminar di Universitas Gadjah Mada, seorang pengamat paranormal menyatakan, "Banyak orang yang mau percaya karena mereka membutuhkan jawaban atas kehilangan mereka, bukan karena benar-benar ada komunikasi dengan arwah."
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: