Manchester United membuat keputusan mengejutkan dengan memecat pelatih kepala Ruben Amorim hanya sehari setelah hasil imbang 1-1 melawan Leeds United.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Pengumuman resmi pemecatan ini disampaikan manajemen klub pada Senin (5/1/2026), sebagai upaya untuk meningkatkan performa tim.
Latar Belakang Pemecatan
Manchester United menunjukkan ketidakpuasan terhadap kinerja Ruben Amorim di Liga Premier sebagai faktor utama di balik pemecatannya. Saat ini, klub berada di posisi keenam dan berharap untuk mendapat hasil lebih baik di laga-laga mendatang.
Dalam pernyataan resmi klub, mereka menyatakan, "Dengan Manchester United berada di posisi keenam di Liga Premier, manajemen klub dengan berat hati telah mengambil keputusan bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan perubahan."
Pemecatan Amorim muncul setelah serangkaian hasil negatif dan konflik internal yang melibatkan direktur sepak bola, Jason Wilcox, terkait pendekatan taktis yang digunakan oleh pelatih.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Permasalahan dalam Tim
Amorim menghadapi tantangan dalam menerapkan strategi yang diminta oleh manajemen klub. Dalam hal ini, ia lebih memilih sistem permainan 3-4-3 dan dilaporkan menolak untuk mengeksplorasi pendekatan taktis lain.
Kekurangan dukungan dari klub dalam urusan transfer pemain juga jadi keluhan utama Amorim menjelang bursa transfer musim dingin. Manajemen menilai, dengan situasi tersebut, posisi Amorim tidak dapat dipertahankan lebih lama.
Rekam jejak ketidakberhasilan Amorim terlihat dari hasil yang diperoleh, dengan hanya 24 kemenangan dari 63 pertandingan, serta 15 kemenangan di Premier League, yang mencerminkan ketidakstabilan tim.
Tanggapan Ruben Amorim
Setelah dicopot dari jabatannya, Ruben Amorim mengungkapkan bahwa ia merasa kurang mendapat dukungan dari manajemen. Ia juga mengaku tidak terkejut dengan keputusan pemecatan yang diambil.
Walaupun demikian, Amorim tetap optimis dan berharap Manchester United bisa finis di zona Liga Champions pada akhir musim. Ia menekankan perlunya penambahan satu atau dua pemain berpengalaman, khususnya striker, di bursa transfer mendatang.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun dalam situasi sulit, Amorim tetap memiliki harapan untuk masa depan tim.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: