Senin, 05 JANUARI 2026 • 16:23 WIB

Emas Memicu Lonjakan Inflasi Tahunan di 2025

Author

Emas Memicu Lonjakan Inflasi Tahunan di 2025

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa tingkat inflasi tahunan pada 2025 mencapai 2,92 persen, meningkat tajam dari 1,57 persen pada tahun sebelumnya.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Komoditas emas perhiasan menjadi penyumbang utama inflasi, memberikan andil inflasi sebesar 0,79 persen.

Peningkatan Inflasi dan Peran Emas

Inflasi yang tercatat pada Desember 2025 menunjukkan angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan yang sama di tahun-tahun sebelumnya, kecuali pada tahun 2022.

Deputi Statistik Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyatakan, 'Inflasi pada Desember 2025 lebih tinggi dibandingkan tingkat inflasi Desember pada periode 2021 hingga 2024, kecuali tahun 2022.'

Emas perhiasan bukan hanya menjadi simbol status sosial, tetapi juga memiliki dampak besar dalam perekonomian.

Selama tahun 2025, emas tercatat menyumbang inflasi bulanan sebanyak 11 kali, menunjukkan perannya yang signifikan.

Komponen Penyumbang Inflasi Lainnya

Selain emas, komoditas lain seperti cabai merah, ikan segar, cabai rawit, dan beras juga berkontribusi pada inflasi di tahun 2025.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Cabai merah memiliki andil inflasi sebesar 0,18 persen dan terdaftar sebagai penyumbang bulanan sebanyak lima kali.

Ikan segar dan cabai rawit masing-masing menyumbang andil inflasi sebesar 0,15 persen, dengan frekuensi muncul sebagai penyumbang inflasi bulanan sebanyak delapan kali.

Beras, dengan andil inflasi yang sama, juga ikut berkontribusi pada peningkatan inflasi.

Tren Harga Emas dan Dampaknya

Sepanjang tahun 2025, harga emas mengalami kenaikan yang signifikan, sekitar 70 persen.

Saat ini, harga emas internasional tercatat pada level 4.364 dolar AS per troy ons, sedangkan harga logam mulia domestik mencapai sekitar Rp 2,515 juta per gram.

Kenaikan harga ini tidak hanya mencerminkan tingginya permintaan terhadap komoditas berharga, tetapi juga berdampak pada meningkatnya indeks harga konsumen di Indonesia.

Berbagai faktor yang mempengaruhi permintaan emas mencakup berbagai aspek ekonomi global dan domestik.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU