Kamis, 01 JANUARI 2026 • 11:39 WIB

Pemantauan Langsung Prabowo di Aceh Tamiang untuk Pembangunan Hunian Pascabencana

Author

Pemantauan Langsung Prabowo di Aceh Tamiang untuk Pembangunan Hunian Pascabencana

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Aceh Tamiang pada 1 Januari 2026 untuk meninjau progres pembangunan hunian bagi warga terdampak bencana. Kunjungan ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Ditemani oleh sejumlah menteri dan pejabat, Prabowo memfokuskan perhatian pada target pembangunan sekitar 600 unit hunian dalam waktu singkat. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan bahwa semua rencana berjalan sesuai dengan instruksi yang telah ditetapkan.

Detail Kunjungan Kerja dan Pelaksanaan Pembangunan

Presiden Prabowo berangkat dari Kabupaten Tapanuli Selatan naik helikopter TNI AU Caracal dan tiba di helipad PTPN IV pada pukul 09.10 WIB. Setibanya di lokasi, ia langsung menyapa masyarakat sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi pembangunan hunian.

Dalam rombongan, Prabowo didampingi sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono. Kunjungan ini ditujukan untuk meninjau langsung pembangunan hunian yang sedang berlangsung di daerah tersebut.

Setelah mendarat di Lapangan Sepak Bola Bukit Rata, Prabowo langsung menuju lokasi pembangunan hunian. Kegiatan ini diharapkan dapat memastikan bahwa pembangunan hunian berlangsung sesuai dengan instruksi yang bercita-cita memberikan tempat tinggal layak bagi masyarakat terdampak.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Target dan Progres Pembangunan Hunian

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa pembangunan yang dilaksanakan oleh BPI Danantara menargetkan sekitar 500 hingga 600 unit. Ia menyatakan, "Ada rumah hunian yang dibuat Danantara instruksi Bapak Presiden, besok kita cek. Seharusnya 500-600 (hunian). Insyaallah jadi, ya besok kita cek."

Pemerintah berencana membangun total 15.000 unit hunian untuk warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Target ini bertujuan untuk mempercepat proses penanganan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut.

Teddy menambahkan bahwa Danantara telah mulai membangun rumah dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan 500 unit pertama diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. Ini menjadi bagian dari upaya pemerintah yang lebih luas untuk rehabilitasi pascabencana.

Urgensi dan Implikasi dari Kunjungan ini

Kunjungan Presiden Prabowo ke Aceh Tamiang bukan hanya sekadar peninjauan, tetapi juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam merespons situasi darurat akibat bencana. Pembangunan hunian ini diharapkan dapat memberikan rumah yang layak bagi masyarakat yang terkena dampak.

Pentingnya percepatan dalam penyelesaian hunian bagi korban bencana ditekankan mengingat kebutuhan mendesak di lapangan. Setiap langkah yang diambil oleh pemerintah menjadi sorotan utama dalam upaya memenuhi kebutuhan warga.

Dengan terlaksananya pembangunan hunian ini, diharapkan masyarakat yang menjadi korban bencana dapat kembali beraktivitas normal dan mempercepat proses rehabilitasi wilayah yang terkena dampak.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU