Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 20:00 WIB

Mengapa Otot Terasa Lemah Setelah Cedera?

Author

Mengapa Otot Terasa Lemah Setelah Cedera?

Banyak orang yang mengalami cedera otot merasa ototnya masih lemah meskipun proses pemulihan telah dilakukan. Hal ini menjadi pertanyaan penting yang sering muncul di kalangan mereka yang kembali beraktivitas setelah cedera.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Indikasi otot lemah ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari tetapi juga bisa berdampak pada rasa percaya diri saat hendak berolahraga kembali.

Dampak Cedera pada Otot

Cedera otot mengakibatkan dampak signifikan pada jaringan otot secara keseluruhan. Selama proses penyembuhan, terjadi bisa atrofi otot yang merupakan penyusutan volume otot.

Atrofi otot adalah kondisi di mana otot mengecil karena tidak digunakan. Ini sering terjadi selama masa pemulihan apabila otot tidak aktif akibat rasa sakit yang dirasakan.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa otot yang tidak terdorong untuk beraktivitas dalam waktu beberapa minggu dapat mengalami penurunan kekuatan sekitar 10-15%. Hal ini menegaskan pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga kekuatan otot.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Proses Pemulihan dan Aktivitas Fisik

Pemulihan setelah cedera melibatkan lebih dari sekadar waktu; aktivitas fisik yang dilakukan juga sangat penting. Pilihan olahraga yang ringan serta program rehabilitasi dapat mempercepat proses pemulihan.

Namun, banyak individu merasa takut untuk kembali beraktivitas penuh karena khawatir akan cedera ulang. Ketakutan ini bisa menghambat proses pemulihan dan membuat otot tetap lemah.

Dokter serta fisioterapis sering merekomendasikan program rehabilitasi yang dilakukan secara bertahap, agar pasien dapat secara perlahan mengembalikan kekuatan otot dengan risiko cedera yang lebih rendah.

Psikologi dan Motivasi dalam Pemulihan

Aspek psikologis juga memiliki peranan penting selama proses pemulihan. Rasa khawatir atau stigma bisa menghambat seseorang untuk terlibat dalam aktivitas fisik.

Bahkan ketika kondisi fisik telah kembali normal, ketakutan akan mengalami cedera ulang dapat menghalangi kembalinya kekuatan otot. Oleh karena itu, hal ini harus ditangani dengan pendekatan yang tepat.

Dukungan dari teman, keluarga, maupun ahli olahraga sangat membantu untuk meningkatkan motivasi melakukan aktivitas fisik dengan penuh kepercayaan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU