Selasa, 30 DESEMBER 2025 • 11:47 WIB

Penghargaan Paul Pogba: Antara Comeback dan Kontroversi Doping

Author

Penghargaan Paul Pogba: Antara Comeback dan Kontroversi Doping

Gelandang AS Monaco, Paul Pogba, baru-baru ini menerima penghargaan comeback terbaik di Globe Soccer Awards 2025 di Dubai pada 28 Desember.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Namun, keputusan ini menuai kritik dari publik dan mantan pemain, Jimmy Cabot, yang meragukan validitas penghargaan ini akibat latar belakang masalah doping yang melibatkan Pogba.

Penghargaan yang Kontroversial

Pada ajang Globe Soccer Awards 2025, Paul Pogba terpilih sebagai pemenang penghargaan comeback terbaik setelah kembali berkompetisi pasca skorsing akibat kasus doping. Keputusan ini memicu beragam reaksi dari penggemar dan analis olahraga yang mempertanyakan pencapaian Pogba.

Sebagai pemenang yang berdiri di samping nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo dan Ousmane Dembele, banyak yang merasa pencapaian Pogba dipertanyakan. Kritikus berargumen bahwa keberhasilan Pogba tidak sebanding dengan tantangan yang dihadapi oleh pemain lain yang pulih dari cedera parah.

Isu ini menjadi sorotan utama, dengan banyak pihak menilai bahwa penghargaan seperti ini seharusnya diberikan kepada individu yang bangkit dari kesulitan fisik, bukan sekadar masalah pelanggaran regulasi.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Tanggapan dari Jimmy Cabot

Mantan pemain Lorient dan Angers, Jimmy Cabot, memberikan pandangannya yang kritis melalui media sosial. Ia menyatakan bahwa Pogba tidak layak menerima penghargaan tersebut dan lebih pantas diberikan kepada pemain lain seperti Matthieu Udol dan Nabil Bentaleb.

Cabot menyoroti perjalanan Matthieu Udol yang mengalami cedera ACL sebanyak empat kali namun berhasil kembali menjadi pemain utama di tim Ligue 1, serta Nabil Bentaleb yang sempat mengalami henti jantung tetapi tetap tampil di lapangan dan mencetak gol penting.

Pendapat Cabot ini mencerminkan kekhawatiran publik terkait kredibilitas penghargaan yang diberikan kepada Pogba di tengah banyaknya pemain lain yang berhasil mengatasi tantangan fisik yang lebih berat.

Reaksi Publik dan Masa Depan Pogba

Kontroversi mengenai penghargaan ini melibatkan banyak pihak di kalangan penggemar sepak bola. Pengamat menganggap penghargaan ini seharusnya mencerminkan perjuangan pemain yang berhasil bangkit dari cedera, bukan mereka yang terlibat dalam pelanggaran.

Sejak kembali bermain, Pogba baru tampil dalam tiga pertandingan dengan total 21 menit di lapangan, menunjukkan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kondisi ini menambah tekanan terhadap karier dan citra Pogba di masa depan.

Masalah doping yang dihadapi Pogba dapat menjadi pelajaran penting bagi dunia olahraga, khususnya dalam hal etik dan integritas di bidang sepak bola.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU