Senin, 29 DESEMBER 2025 • 18:19 WIB

Dukungan Gerindra untuk Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD

Author

Dukungan Gerindra untuk Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD

Partai Gerindra kini mengajukan dukungan terhadap rencana pelaksanaan pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Partai ini menilai bahwa skema tersebut lebih efisien dibandingkan pemilihan langsung yang selama ini ada.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Sekretaris Jenderal Gerindra, Sugiono, menjelaskan bahwa pelaksanaan pilkada melalui DPRD tidak hanya mengurangi biaya, tetapi juga memungkinkan alokasi anggaran untuk hal yang lebih produktif. Hal ini menjadi alternatif yang menarik di tengah biaya pemilihan yang semakin tinggi.

Efisiensi dan Penggunaan Anggaran

Sugiono menyatakan bahwa proses pemilihan kepala daerah melalui DPRD lebih efisien dalam beberapa aspek, termasuk dalam penjaringan calon dan penggunaan anggaran. Pada tahun 2015, dana hibah dari APBD untuk pelaksanaan pilkada mencapai hampir Rp7 triliun dan diperkirakan akan meningkat menjadi lebih dari Rp37 triliun pada tahun 2024.

Menurut Sugiono, dana sebesar itu seharusnya digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta pengembangan ekonomi. 'Itu merupakan jumlah yang bisa digunakan untuk hal-hal lain yang sifatnya lebih produktif,' ujarnya.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton

Tantangan Biaya Politik

Sugiono juga mencermati tingginya biaya kampanye sebagai suatu tantangan yang menghalangi calon-calon berkualitas untuk maju sebagai kepala daerah. Ia menekankan, 'Biaya kampanye untuk seorang calon kepala daerah, kita terbuka saja, itu angkanya prohibitif. Mahal.'

Ditegaskan bahwa biaya tinggi ini harus menjadi perhatian agar tidak menghalangi figur-figur yang dapat mengabdi dengan baik kepada masyarakat. Menurutnya, evaluasi atas sistem ini sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat.

Konsep Demokrasi yang Lebih Ketat

Meskipun mendukung pemilihan melalui DPRD, Sugiono meyakinkan bahwa esensi demokrasi tetap terjaga. Ia berargumen bahwa anggota DPRD merupakan wakil rakyat yang berhasil dipilih secara langsung, sehingga masyarakat tetap memiliki hak untuk melakukan pengawasan.

Sugiono menyampaikan, 'Kalau kita melihat akuntabilitinya itu cenderung lebih ketat,' menekankan pentingnya pengawasan terhadap calon yang akan memimpin daerah. Ia juga menganggap skema pemilihan ini dapat mengurangi potensi polarisasi yang sering muncul pada pemilihan langsung.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU