Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) memastikan bahwa kawasan wisata di lereng Gunung Merapi aman untuk dikunjungi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Meskipun aktivitas erupsi masih berlangsung, pihak BPPTKG memberikan penjelasan detail mengenai kondisi terkini lereng Gunung Merapi untuk memberikan rasa aman bagi para wisatawan.
Aktivitas Gunung Merapi dan Keamanan Wisata
Gunung Merapi hingga akhir Desember 2025 menunjukkan aktivitas erupsi yang berkepanjangan, yang telah berlangsung sejak tahun 2021. Meski demikian, BPPTKG menilai kondisi wisata di lereng Gunung Merapi relatif aman untuk pengunjung.
Kepala BPPTKG Agus Budi Santoso menjelaskan bahwa erupsi jangka panjang telah menyebabkan deposit material vulkanik dalam jumlah besar. Khususnya di sektor barat daya, material ini berpotensi menjadi lahar jika terjadi curah hujan tinggi.
Namun, BPPTKG memastikan bahwa potensi bahaya dari aliran lahar di kawasan itu sangat kecil. Agus menjelaskan, 'Dari perhitungan kami dari pemodelan aliran lahar, dari situasi geomorfologi di sana yang akurat, maka kami bisa menyampaikan bahwa potensi aliran lahar itu akan membahayakan pemukiman sangat kecil.'
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Pemantauan dan Rekomendasi dari BPPTKG
BPPTKG rutin melakukan pemantauan terhadap kondisi geomorfologi di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa kapasitas sungai masih mampu menampung material erupsi.
Agus Budi Santoso menegaskan, 'kondisi Merapi saat ini masih aman dan layak dikunjungi oleh wisatawan yang ingin berkunjung untuk menikmati libur Nataru, selama tetap mematuhi rekomendasi yang berlaku.'
Ia menambahkan pentingnya mengikuti informasi resmi dan tidak terpengaruh oleh berita yang tidak berdasar. 'Informasi tersebut tidak benar dan Merapi saat ini masih aman untuk dikunjungi. Masyarakat diminta untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Badan Geologi,' tegasnya.
Aktivitas Erupsi dan Dampaknya terhadap Wisata
Pada Sabtu, 27 Desember 2025, BPPTKG mencatat ada dua kali awan panas guguran ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter. Aktivitas ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat erupsi, pengawasan keselamatan tetap diutamakan.
Selain itu, juga teramati 10 kali guguran lava menuju Kali Bebeng, Kali Krasak, dan Kali Sat/Putih, dengan jarak luncur maksimum yang sama. BPPTKG terus menjamin bahwa pengawasan dilakukan dengan ketat.
Dengan keadaan seperti ini, meskipun aktivitas erupsi masih berlangsung, BPPTKG menekankan bahwa kawasan wisata di lereng Gunung Merapi tetap siap untuk dikunjungi dengan aman bagi para wisatawan yang mengikuti pedoman yang ada.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: