Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 12:13 WIB

Prabowo Luncurkan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia di Karawang

Author

Prabowo Luncurkan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Terbesar di Asia di Karawang

Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, pada akhir Juni 2025 dengan total investasi mencapai US$ 5,9 miliar.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Proyek yang melibatkan beberapa perusahaan nasional dan asing ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.

Detail Proyek dan Investasi

Pembangunan proyek baterai kendaraan listrik ini berada di lokasi strategis Artha Industrial Hill dan Karawang New Industry City. Presiden Prabowo menekankan bahwa langkah ini merupakan bagian dari cita-cita hilirisasi yang telah ada sejak era Bung Karno.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa proyek ini berpotensi menghemat impor 300 ribu kiloliter bahan bakar minyak per tahun, dengan kapasitas maksimum produksi mencapai 15 GWh per tahun.

Dengan begitu, Indonesia berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Manfaat Ekonomi dan Pembangunan Daerah

Prabowo mengungkapkan keyakinan bahwa proyek ini akan meningkatkan ekonomi nasional hingga delapan kali lipat, dengan estimasi nilai ekonomi mencapai US$ 48 miliar. Manfaat ini diharapkan tidak hanya dirasakan di daerah pengembangan, tetapi juga di seluruh Indonesia.

Pembangunan ekosistem baterai diproyeksikan mendukung banyak industri dalam negeri serta meningkatkan kesempatan kerja bagi masyarakat. Proyek ini merupakan bukti nyata strategi pengembangan industri yang berkelanjutan.

Pemerintah berharap kehadiran pabrik ini mampu menarik lebih banyak investasi asing dan membangun iklim yang lebih positif di sektor industri.

Kebutuhan Sumber Bahan Baku dan Tantangan

Untuk mendukung produksi baterai, Indonesia perlu memenuhi kebutuhan bahan baku strategis seperti lithium. Meskipun Indonesia adalah penghasil nikel terbesar, saat ini, lithium masih harus diimpor dari negara lain, termasuk Australia.

Toto Nugroho, Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation, menegaskan pentingnya lithium meskipun hanya menyumbang 7% dari total komponen sel baterai. Upaya eksplorasi lithium domestik masih dalam tahap penelitian.

Kekayaan mineral nikel di Indonesia memberikan peluang untuk pengembangan industri baterai yang lebih baik dan fokus pada hilirisasi.

Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU