Film terbaru James Cameron, Avatar: Fire and Ash, memperlihatkan perbedaan signifikan dalam penilaian antara kritikus dan penonton.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Meskipun mendapatkan ulasan buruk dari banyak kritikus, film ini berhasil meraih popularitas tinggi di kalangan penggemar dengan skor penilaian yang mengesankan.
Penilaian Kritikus Terhadap Avatar: Fire and Ash
Film yang merupakan bagian ketiga dari saga Avatar ini hanya mendapatkan 66 persen dari 307 kritikus di Rotten Tomatoes, mencetak angka terendah dibandingkan film sebelumnya yang memiliki 81 persen.
Para kritikus beranggapan bahwa film ini banyak mengandalkan efek visual yang mengesankan, namun kurang memiliki kedalaman cerita yang kuat. Stephanie Zacharek dari TIME Magazine menyatakan, "visi Cameron tidak lagi terasa sebagai masa depan, melainkan sebuah perjalanan nostalgia, bentuk deja vu yang sangat mahal."
Peter Bradshaw dari Guardian menambahkan, "Avatar tetap sama besarnya dalam ketidakmenarikan dan sama kolosalnya dalam ketahanan terhadap kritik seperti sebelumnya: sebuah bangunan besar yang kosong, yang dengan tenang menolak segala keberatan."
Nicholas Barber dari BBC.com juga mengungkapkan ulasan kritis dengan menyebut film ini sebagai "197 menit grafis seperti screensaver, dialog kaku, alur cerita yang menggelembung dan longgar," menimbulkan kekhawatiran untuk sekuel-sekuel mendatang.
Penghargaan Terhadap Kehebatan James Cameron
Di tengah kritik tajam, sejumlah kritikus mengakui keahlian James Cameron dalam menghadirkan film ini. Jake Coyle dari Associated Press mencatat, "ini tetap merupakan epik dalam hal keterampilan dan keyakinan," menyoroti dedikasi Cameron dalam mendalami dinamika karakter.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
David Ehrlich dari IndieWire menggarisbawahi bahwa walaupun film mengikuti pola yang serupa, Cameron berhasil menghadirkan momen-momen anyar yang terasa segar, mencatat bahwa "[Ekspektasi] tidak mempersiapkan saya pada kenyataan menyaksikan salah satu penjelajah terbesar sinema berjalan berputar-putar selama tiga jam."
Pandangan kritis ini menunjukkan bahwa meskipun narasi filmnya melemah, pengaruh teknis keahlian Cameron tetap diakui dan dikagumi.
Film ini menunjukan minat yang mendalam terhadap karakternya, menjadi aspekt yang sangat dihargai dari keseluruhan penggarapan.
Respon Penonton dan Kesuksesan di Box Office
Penilaian penonton menunjukkan bahwa Avatar: Fire and Ash mendulang 91 persen di Popcornmeter, menegaskan bahwa banyak audiens menikmati film ini meski terdapat kritik yang keras dari para kritikus.
Beberapa penonton menanggapi ulasan tersebut dengan mengatakan bahwa kemiripan cerita dengan film sebelumnya adalah hal wajar untuk sekuel, serta mengapresiasi cara Cameron mengembangkan karakter meski dianggap simpel oleh beberapa kritikus.
Cerita film ini berkisar pada konflik internal keluarga Jake Sully setelah peristiwa film sebelumnya, The Way of Water, yang menghadapkan mereka dengan suku Mangkwan di tengah pertaruhan kesetiaan.
Sejak tayang pada 17 Desember 2025, meskipun tidak memenuhi ekspektasi sebagian kritikus, film ini berhasil mempertahankan daya tarik saga Avatar yang tetap mengesankan di kalangan penontonnya.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: