Banyak orang kini merasakan bahwa dunia semakin mudah dan cepat bergerak. Hal ini erat kaitannya dengan perubahan teknologi dan informasi yang berkembang pesat setiap harinya.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Dengan beragam berita, tren, dan inovasi yang datang silih berganti, orang merasa waktu berjalan lebih cepat, membentuk kehidupan yang semakin padat dan sibuk.
Dampak Teknologi terhadap Persepsi Waktu
Teknologi modern menjadi pengubah besar dalam cara kita berinteraksi dan menerima informasi. Internet serta media sosial memungkinkan penyebaran ide dan berita dalam waktu singkat.
Kemudahan akses informasi di ujung jari kita menjadikan segala sesuatu tampak berjalan lebih cepat. Dalam hitungan detik, berita dari belahan dunia manapun sudah dapat kita ketahui.
Namun, kemudahan ini juga berdampak pada kenyamanan kita dalam menjalani hidup. Setiap inovasi baru muncul dengan tuntutan untuk segera menyesuaikan diri, meningkatkan rasa terburu-buru yang kita alami.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Budaya Konsumsi yang Semakin Cepat
Konsumen di era sekarang lebih terbiasa dengan pengalaman instan. Hal ini terlihat jelas dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari cara berbelanja, menonton film, hingga mengakses berita.
Tren 'short-form content' di platform seperti TikTok menunjukkan bahwa orang lebih memilih untuk menyerap informasi dalam format yang lebih singkat. Hal ini mencerminkan keinginan untuk mendapatkan informasi dengan cepat.
Konsumsi informasi yang cepat sering kali mengorbankan momen-momen kecil dalam hidup yang seharusnya kita nikmati dan hargai, menjadikan pengalaman hidup terasa kurang mendalam.
Perubahan Sosial dan Psikologis
Perubahan sosial yang berlangsung cepat mempengaruhi perspektif psikologis kita. Banyaknya pilihan dan kecepatan perubahan membuat kita merasa kesulitan untuk mengimbangi perkembangan yang ada.
Kecemasan serta tekanan yang dihasilkan dari perbandingan sosial di media sosial juga berkontribusi pada perasaan terpaksa mengikuti ritme yang cepat. Rasa gagal bisa muncul ketika kita merasa tidak mampu mengikuti tempo.
Ketidakpastian yang disebabkan oleh banyaknya pilihan memperberat tekanan mental, sehingga membuat waktu seolah berlalu lebih cepat daripada yang seharusnya.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: