Polda Kalimantan Selatan mengungkap motif di balik pembunuhan mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang berinisial ZD. Pelaku, Bripda Muhammad Seili, seorang anggota Polres Banjarbaru, terlibat dalam kasus ini akibat persoalan asmara yang rumit.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual yang Mengubah Pengalaman Menonton
Pengungkapan Motif dan Latar Belakang Kasus
Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan, Kombes Pol Adam Erwindi, menjelaskan bahwa hasil penyelidikan mengungkap keterlibatan pelaku dalam kasus ini. Keterangan dari tersangka setelah ditangkap memberikan banyak informasi tentang situasi yang memicu kejadian tersebut.
Tersangka diketahui sudah memiliki calon istri dan merencanakan pernikahan pada 26 Januari 2026. Korban, ZD, adalah teman dari calon istri tersangka yang membuat situasi menjadi lebih kompleks.
Adam Erwindi menambahkan, 'motif asmara ini terungkap setelah penyidik mendalami keterangan tersangka, yang merasa panik dan khawatir hubungannya dengan korban diketahui oleh calon istrinya.'
Kronologi Pertemuan dan Kejadian
Kejadian bermula pada tanggal 23 Desember 2025, ketika ZD dan tersangka sepakat untuk bertemu di perempatan Mali-mali, Kabupaten Banjar. Setelah pertemuan, pelaku mengajak korban ke lokasi di Bukit Batu.
Baca juga: Keamanan dan Kelezatan Lari Malam: Panduan untuk Olahragawan
Selama perjalanan, ponsel tersangka berdering beberapa kali dari calon istrinya, yang memicu ketegangan. Di lokasi yang kemudian menjadi tempat kejadian perkara, mereka sempat melakukan hubungan badan hingga terjadinya percekcokan.
ZD mengancam akan melaporkan peristiwa tersebut kepada calon istri tersangka, yang memicu kemarahan pelaku.
Penanganan Pasca Kejadian dan Penemuan Jasad
Setelah terjadi cekikan yang mengakibatkan ZD kehilangan kesadaran, tersangka berupaya menghilangkan jejak. Awalnya, dia berniat membuang jasad korban ke sungai.
Namun, rencananya berubah setelah melihat gorong-gorong terbuka di dekat lokasi kejadian. Tindakan ini mengakibatkan jasad ZD ditemukan pada 24 Desember 2025 oleh petugas kebersihan.
Jasad tersebut kemudian dievakuasi untuk dilakukan autopsi, menambah kompleksitas dalam penyelidikan kasus ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: