Kamis, 25 DESEMBER 2025 • 14:30 WIB

Keluarga Pelaku Penusukan di Stasiun Metro Taiwan Meminta Maaf kepada Masyarakat

Author

Keluarga Pelaku Penusukan di Stasiun Metro Taiwan Meminta Maaf kepada Masyarakat

Orangtua Chang Wen, pelaku penusukan di Stasiun Utama Metro Taiwan, meminta maaf kepada publik setelah insiden tragis yang menewaskan tiga orang dan melukai sebelas lainnya pada 19 Desember 2025.

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Mereka tampil di hadapan kamera, berlutut dengan kepala tertunduk, sebagai tanda penyesalan atas tindakan putra mereka.

Kronologi Serangan di Stasiun Metro

Pada Jumat malam, 19 Desember 2025, Chang Wen, seorang pria berusia 27 tahun, melakukan serangan dengan meluncurkan bom asap di tengah keramaian Stasiun Utama Taiwan.

Insiden tersebut berujung pada penusukan yang merenggut nyawa tiga orang dan melukai sebelas lainnya, menciptakan kepanikan di kalangan penumpang.

Wali Kota Taiwan, Chiang Wan-an, mengonfirmasi bahwa Chang ditemukan tewas setelah diduga melompat dari gedung di dekat lokasi kejadian.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ini adalah salah satu insiden terburuk yang pernah terjadi di sistem transportasi publik Taiwan.

Permintaan Maaf Orangtua Pelaku

Dalam sebuah siaran langsung di televisi Taiwan, orangtua Chang menyatakan penyesalan mendalam mereka atas tindakan putra mereka yang mengakibatkan banyak penderitaan.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

"Kejahatan keji yang dilakukan oleh Chang Wen menyebabkan kerugian serius bagi masyarakat, dan menimbulkan penderitaan tak terperikan bagi para korban serta keluarga mereka," ungkap sang ayah.

Orangtua pelaku mengaku sangat terpukul dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat.

Mereka juga menegaskan bahwa mereka akan bekerja sama sepenuhnya dalam proses penyelidikan yang sedang berlangsung.

Profil dan Latar Belakang Pelaku

Chang Wen merupakan mantan wajib militer yang dipecat akibat terlibat dalam kasus mengemudi dalam keadaan mabuk, yang menunjukkan adanya masalah dalam riwayat hidupnya.

Ia juga dilaporkan sebagai buron karena tidak menghadiri pelatihan militer cadangan dan diketahui menganggur, hidup dengan dukungan finansial dari keluarganya.

Investigasi lebih lanjut mencatat bahwa Chang telah menyewa apartemen dekat Stasiun Utama Taiwan sejak awal 2025, diduga melakukan pengintaian sebelum melancarkan serangan.

Penyidik sedang fokus untuk menyelidiki lebih lanjut latar belakang dan motif di balik tindakan Chang yang penuh kekerasan ini.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU