Pemerintah Melaka, Malaysia, baru saja mengumumkan rencana ambisius untuk membangun jembatan yang menghubungkan wilayahnya dengan Provinsi Riau, Indonesia, dengan panjang lebih dari 47 kilometer.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Dengan total biaya studi kelayakan mencapai RM500.000 atau sekitar Rp 2 miliar, proyek ini ditargetkan dapat memperkuat konektivitas antara kedua wilayah.
Detail Proyek Jembatan
Ketua Menteri Melaka, Ab Rauf Yusoh, menyatakan bahwa jembatan ini akan menghubungkan Pantai Pengkalan Balak di Masjid Tanah dengan wilayah di Indonesia.
Rauf berharap bahwa infrastruktur baru ini dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, termasuk rencana konversi lahan seluas 5.000 hektar menjadi kawasan industri baru.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Tanggapan Terhadap Rencana
Namun, Dr. Yadzil Yaakub, pemimpin oposisi Melaka, mengungkapkan keraguan mengenai tujuan dan kelayakan proyek ini, khususnya terkait kemampuan finansial pemerintah daerah.
Ia menggambarkan proyek ini sebagai tidak realistis, mengingat pemerintah daerah hanya memiliki pendapatan tahunan yang terbatas dan terbebani utang.
Kekhawatiran Lingkungan dan Ekonomi
Yadzil juga menekankan bahwa bagian Indonesia yang akan terhubung bukanlah pusat ekonomi utama, sehingga potensi keuntungan bagi Melaka mungkin sangat rendah.
Ia menyampaikan kekhawatiran mengenai dampak lingkungan dari proyek ini, serta mencatat rekam jejak pemerintah Melaka dalam menangani proyek yang gagal di masa lalu.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: