Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman, menanggapi usulan Partai Golkar mengenai pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Ia menganggap usulan tersebut sebagai dorongan untuk membahas kepentingan rakyat secara mendalam.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi
Benny menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah secara langsung tetap menjadi kebutuhan penting, mencerminkan kehendak rakyat yang telah teruji berjalan dengan aman dalam setiap pelaksanaannya.
Respon Partai Demokrat terhadap Usulan Golkar
Benny K Harman menyatakan, "Pernyataan Ketum Golkar itu harus dipandang sebagai ajakan kepada semua pihak untuk mendiskusikan masalah ini secara serius." Ia menyarankan bahwa negara perlu mengeksplorasi permasalahan ini demi kepentingan rakyat.
Benny menekankan bahwa pilkada langsung merupakan mandat konstitusi yang wajib dipatuhi. Ia menegaskan bahwa sistem ini adalah cerminan kehendak rakyat, yang dikenal sebagai 'volente generalle'.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut
Pilkada Langsung: Tantangan dan Peluang
Benny mengakui bahwa meskipun pilkada langsung telah berjalan dengan aman, beberapa tantangan seperti praktik politik uang dan dominasi oligarki masih menjadi masalah. "Tidak dipungkiri dalam pilkada langsung terjadi money politics, transaksional-pragmatis," ujarnya.
Dalam pandangannya, walau pilkada langsung tidak selalu memastikan kualitas pemimpin sesuai harapan rakyat, itu tidak berarti bahwa mekanisme melalui DPRD lebih baik. Ia menegaskan pentingnya melakukan perbaikan pada pelaksanaan pilkada langsung melalui revisi yang lebih komprehensif pada Undang-Undang Pilkada.
Inisiatif Partai Golkar: Menuju Sistem Pilkada yang Lebih Stabil
Di sisi lain, Partai Golkar pada Rapimnas 1 Tahun 2025 telah menyetujui beberapa kebijakan yang mencakup usulan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, menekankan bahwa perubahan ini bertujuan untuk memperkuat pelaksanaan kedaulatan rakyat.
"Partai Golkar mengusulkan Pemilihan Kepala Daerah melalui DPRD sebagai wujud pelaksanaan kedaulatan rakyat," tegas Bahlil, menambahkan bahwa langkah ini juga bertujuan meningkatkan partisipasi publik dalam proses pemilu.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: