Senin, 22 DESEMBER 2025 • 15:41 WIB

Risiko Mengemudi Tanpa Istirahat: Bahaya Microsleep di Jalan Jauh

Author

Risiko Mengemudi Tanpa Istirahat: Bahaya Microsleep di Jalan Jauh

Microsleep adalah fenomena yang kerap terjadi saat berkendara dalam perjalanan panjang dan dapat berakibat fatal. Banyak pengemudi tidak menyadari bahwa tidur sejenak dapat menimbulkan risiko besar bagi diri mereka dan orang lain di jalan.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Saat mengalami microsleep, pengemudi mungkin kehilangan kesadaran selama beberapa detik tanpa menyadarinya. Hal ini dapat menyebabkan kecelakaan serius, memberikan dampak yang berkepanjangan bagi korban dan keluarga.

Apa Itu Microsleep?

Microsleep adalah kejadian singkat di mana seseorang tertidur dalam hitungan detik. Fenomena ini biasanya terjadi ketika seseorang merasa sangat lelah dan mengantuk, serta rentan muncul saat berkendara tanpa istirahat yang cukup.

Gejala microsleep yang umum termasuk mengantuk mendalam, mengangguk, dan hilangnya fokus. Dalam keadaan ini, pengemudi tidak menyadari bahwa mereka sesungguhnya tertidur sejenak, yang mengakibatkan kehilangan kendali kendaraan.

Penyebab umum termasuk perjalanan jauh, di mana pengemudi harus menghadapi kondisi monoton seperti jalan raya yang panjang dan sedikit gangguan.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Dampak Berbahaya dari Microsleep

Dampak dari microsleep saat mengemudi sangat serius. Penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan akibat kantuk sering kali lebih parah dibandingkan kecelakaan akibat faktor lainnya.

Berdasarkan data dari Korlantas Polri, sekitar 20-30% kecelakaan lalu lintas disebabkan oleh pengemudi yang mengantuk. Hal ini menunjukkan risiko besar yang dihadapi oleh pengemudi yang menempuh perjalanan jauh.

Akibat dari kecelakaan ini dapat mencakup kerugian material, cedera serius, bahkan kematian. Oleh karena itu, sangat penting bagi pengemudi untuk memahami dan mengenali tanda-tanda microsleep sebelum situasi yang lebih buruk terjadi.

Cara Mencegah Microsleep Saat Berkendara

Ada beberapa langkah untuk mencegah microsleep. Pertama, pastikan untuk tidur cukup sebelum memulai perjalanan jauh dan beristirahat setiap beberapa jam.

Di samping itu, pengemudi tidak disarankan mengandalkan kopi atau minuman berkafein sebagai solusi jangka panjang. Meskipun bermanfaat sementara, efeknya tidak akan bertahan dan bisa membuat rasa lelah kembali.

Jika merasa mengantuk, lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman dan lakukan stretching atau berjalan-jalan. Aktivitas ini dapat membantu memulihkan fokus dan semangat sebelum melanjutkan perjalanan.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU