Amnesty International menyebut bahwa dampak hujan lebat dan badai di Gaza adalah hasil dari krisis yang dapat diprediksi akibat konflik yang berkepanjangan.
Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menurut mereka, situasi yang tragis tersebut, termasuk keruntuhan bangunan dan tenda-tenda yang terendam air, bukan hanya disebabkan oleh faktor cuaca.
Pernyataan Terkait Krisis di Gaza
Dalam pernyataan terbaru mereka, Amnesty International menegaskan bahwa kondisi yang terjadi di Gaza akibat hujan lebat adalah 'tragedi yang sepenuhnya dapat dicegah'.
Erika Guevara Rosas, Direktur senior Amnesty International, menjelaskan, 'Bencana ini adalah konsekuensi yang dapat diprediksi dari genosida Israel yang sedang berlangsung.'
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dampak Banjir terhadap Pengungsi
Setelah Badai Byron melanda, ribuan tenda yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi pengungsi telah berubah menjadi genangan air.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) menginformasikan bahwa kondisi kehidupan bagi ribuan pengungsi semakin memburuk, banyak di antara mereka kehilangan tempat perlindungan dan terpapar cuaca dingin yang ekstrem.
Seruan untuk Tindakan Internasional
Amnesty International mendesak komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret dalam membantu memperbaiki situasi di Gaza.
Mereka menyerukan kepada Israel untuk mencabut blokade serta membebaskan pasokan makanan dan bahan bangunan yang sangat dibutuhkan. Saat ini, 81% bangunan di Gaza mengalami kerusakan parah, dan banyak warga hidup dalam kondisi yang tidak layak.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: