Kamis, 18 DESEMBER 2025 • 15:02 WIB

Jepang Buka Pintu Dialog Meski Ketegangan dengan Tiongkok Meningkat

Author

Jepang Buka Pintu Dialog Meski Ketegangan dengan Tiongkok Meningkat

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengungkapkan kesiapannya untuk berdialog dengan Tiongkok di tengah ketegangan yang meningkat berkaitan dengan Taiwan.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Langkah Menuju Transparansi

Dia menekankan bahwa hubungan konstruktif dan stabil antara kedua negara tetap menjadi prioritas, bahkan saat gesekan antara mereka terus bertambah.

Ketegangan Tiongkok-Jepang dan Pentingnya Dialog

Pernyataan Takaichi menyoroti situasi yang berkembang antara Jepang dan Tiongkok sejak 7 November 2025. Dia mengecam serangan Tiongkok ke Taiwan sebagai 'situasi yang mengancam kelangsungan hidup.'

Dengan kondisi ini, Jepang dapat mengejar hak untuk membela diri secara kolektif dalam konteks pertahanan wilayahnya.

Meskipun menghadapi kritik dari Beijing, Takaichi tetap berkomitmen untuk menjaga hubungan diplomasi. Dia menyatakan, 'Jepang selalu membuka pintu untuk dialog.'

Pentingnya dialog ini semakin jelas karena kedua negara perlu dapat menyelesaikan masalah bilateral secara konstruktif.

Tindak Balasan Tiongkok dan Implikasi Keamanan

Beijing memberikan respon keras terhadap pernyataan Takaichi, termasuk imbauan agar warganya menghindari perjalanan ke Jepang serta menangguhkan impor makanan laut dari negara tersebut.

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Situasi ini semakin menambah ketegangan yang telah ada, dengan Jepang melaporkan bahwa pesawat tempur Tiongkok melakukan manuver yang tidak biasa di dekat wilayahnya.

Mendukung klaim tersebut, Menteri Pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, berdiskusi dengan Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, mengenai radar yang mengunci pesawat SDF oleh jet tempur Tiongkok.

Dalam konferensi pers, Tiongkok menggambarkan tindakan ini sebagai 'praktik umum' bagi pesawat yang berlatih dari kapal induk.

Pernyataan dan Harapan Tiongkok

Tiongkok, melalui juru bicara Kementerian Luar Negerinya Guo Jiakun, meminta Jepang untuk melakukan introspeksi dan tidak hanya mencari dukungan internasional.

Guo menekankan, 'Yang harus dilakukan pihak Jepang adalah mendengarkan seruan ini dan melakukan introspeksi diri,' seraya menyarankan agar Jepang menghormati komitmennya dan bertindak secara bertanggung jawab.

Kompleksitas hubungan bilateral antara Jepang dan Tiongkok terlihat jelas, di mana jalan diplomasi dan dialog tetap menjadi opsi meskipun ketegangan meningkat.

Ke depannya, cara kedua negara ini menangani interaksi diplomatiknya akan sangat krusial untuk menjaga stabilitas regional.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU