Senin, 15 DESEMBER 2025 • 19:31 WIB

Pra-Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan

Author

Pra-Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu oleh Anak di Medan

Polrestabes Medan telah melaksanakan pra-rekonstruksi kasus dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anaknya di Jalan Dwikora, Medan. Proses yang berlangsung selama enam jam ini melibatkan berbagai saksi dan seorang psikolog untuk menciptakan gambaran jelas tentang kejadian tersebut.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Kombes Calvijn Simanjuntak menjelaskan bahwa pra-rekonstruksi ini merupakan lanjutan dari rekonstruksi sebelumnya yang dilakukan di lokasi pengganti. Terdapat 43 adegan yang diperagakan, menunjukkan pentingnya keterlibatan pihak-pihak terkait demi mendapatkan informasi yang akurat.

Detail Pra-Rekonstruksi

Kapolrestabes Medan, Kombes Calvijn Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pra-rekonstruksi ini merupakan langkah penting dalam penyelidikan. Dengan melibatkan adegan-adegan yang relevan, diharapkan dapat memahami kejadian lebih dalam.

Bersama saksi dan psikolog, proses ini mencoba merekonstruksi kejadian sesuai dengan fakta yang ada. Hal ini diharapkan dapat membantu pihak kepolisian dalam memperoleh data yang lebih akurat untuk kasus ini.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Kronologi Kejadian

F, seorang ibu berusia 42 tahun, ditemukan meninggal di rumahnya pada 10 Desember 2025. Menurut Kepala Lingkungan V, Tono, saat ia tiba di lokasi, kondisi korban cukup mengenaskan.

Tono juga menambahkan bahwa dua anaknya tidak memiliki niat untuk berinteraksi dengan tetangga. Mereka dikenal sebagai keluarga yang tertutup dan jarang berhubungan dengan orang di sekitar.

Respons Keluarga dan Lingkungan

Tono menjelaskan bahwa ayah dari pelaku tampak sangat terpukul dan menangis saat melihat istrinya yang telah meninggal. Ini menjadi momen emosional yang menggambarkan duka mendalam dalam keluarga tersebut.

AL, anak yang diduga pelaku, terlihat duduk di sofa tanpa menunjukkan emosi. Keluarga korban sendiri dikenal tidak banyak berinteraksi dengan lingkungan sekitar, yang menjadi salah satu fokus dalam penyelidikan polisi.

Baca juga: Google Tanggapi Masalah Keamanan Gmail Terkait Phishing

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU