Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia mengalami penurunan pada Oktober 2025, tercatat sebesar US$423,9 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$425,6 miliar.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Namun, secara tahunan, ULN masih tumbuh tipis sebesar 0,3%, dipengaruhi oleh pertumbuhan ULN sektor publik.
Perkembangan Utang Luar Negeri
Siaran pers dari Bank Indonesia yang dirilis pada 15 Desember 2025 menunjukkan bahwa posisi ULN pemerintah tercatat sebesar US$210,5 miliar per Oktober 2025, dengan pertumbuhan tahunan mencapai 4,7%.
Aliran masuk modal asing yang signifikan pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional menjadi faktor utama di balik pertumbuhan ini, terutama dalam konteks ketidakpastian pasar keuangan global.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Posisi Utang Swasta
Di sisi lain, posisi ULN sektor swasta per Oktober 2025 tercatat sebesar US$190,7 miliar, mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar US$192,5 miliar.
Secara tahunan, sektor swasta mengalami kontraksi sebesar 1,9%, dengan lembaga keuangan mengalami penurunan sebesar 4,7% dan perusahaan non-lembaga keuangan tercatat berkurang sebesar 1,2%.
Struktur Utang yang Sehat
Bank Indonesia menekankan bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.
Rasio ULN terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat sebesar 29,3%, dengan ULN jangka panjang mendominasi hingga mencapai 86,2% dari total ULN. BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi untuk memantau perkembangan utang.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: