Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) kembali menjadi penyakit yang paling sering dialami oleh karyawan di Indonesia pada tahun 2025. Data dari riset terbaru menunjukkan peningkatan signifikan dalam klaim kesehatan terkait ISPA selama tiga tahun terakhir.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak
Laporan terbaru dari Mercer Marsh Benefits Indonesia mengungkapkan bahwa ISPA mendominasi klaim rawat jalan, dengan persentase mencapai 27,1 persen dari total klaim. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi ini menjadi tantangan kesehatan utama bagi tenaga kerja di Indonesia.
Dominasi ISPA dalam Klaim Kesehatan
Laporan Indonesia Health and Benefits Study 2025 menegaskan bahwa ISPA menduduki peringkat pertama dalam klaim rawat jalan di berbagai sektor. Penelitian ini melibatkan 25 industri dan lebih dari 400 perusahaan di seluruh Indonesia.
Bella Friscintia, Head of Analytics Solutions Mercer Marsh Benefits Indonesia, menyatakan, "Data dari 3 tahun terakhir, penyakit ISPA selalu menjadi urutan pertama klaim rawat jalan pada pekerja di Indonesia." Berdasarkan data tersebut, ISPA terdaftar sebagai tantangan nyata bagi kesehatan pekerja.
Dengan angka 27,1 persen dari total klaim, ISPA menunjukkan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat pekerja. Hal ini mengharuskan perhatian lebih terhadap penyebab dan pencegahan yang bisa dilakukan.
Faktor Penyebab Tingginya Kasus ISPA
Tingginya prevalensi ISPA di Indonesia dipicu oleh beberapa faktor, termasuk kebiasaan merokok, alergen, dan polusi udara. Asap kendaraan dan debu menjadi penyebab utama penyebaran penyakit ini.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Bella menjelaskan, "Ada beberapa faktor yang memicu, yaitu kebiasaan merokok yang cukup tinggi, alergen, dan polusi udara." Ini menciptakan satu kombinasi berbahaya yang memperburuk kualitas kesehatan pernapasan.
Maka dari itu, pekerja yang melakukan aktivitas di luar ruangan atau sering bepergian sangat berisiko mengalami infeksi. Peningkatan kesadaran akan lingkungan bersih dan pola hidup sehat menjadi penting untuk mencegah ISPA.
Dukungan Perusahaan Terhadap Kesehatan Karyawan
Perusahaan memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan karyawan menghadapi ISPA yang mengganas. Menurut Bella, dukungan dari perusahaan sangat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak ISPA.
"Pihak perusahaan seharusnya memberikan support program pada karyawan yang bisa meminimalisir ISPA," ujarnya. Ini mencakup penerapan program kesehatan yang komprehensif.
Saran juga diberikan agar perusahaan menerapkan vaksinasi untuk penyakit pernapasan dan menyiapkan fasilitas kesehatan, seperti inhealer dan purifier. Bhutan dapat meningkatkan kualitas udara di lingkungan kerja karyawan.
Fleksibilitas kerja juga disarankan bagi karyawan yang sakit, sehingga mereka tidak dipaksa bekerja dalam kondisi kurang sehat. Pendekatan ini dapat meningkatkan produktivitas dan kesehatan keseluruhan.
Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: