Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan peningkatan aktivitas influenza di seluruh dunia sejak Oktober 2025, dengan virus influenza A mendominasi peredaran.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Laporan yang dirilis pada Rabu (10/12/2025) mencatat peningkatan infeksi saluran pernapasan akut, terutama di belahan Bumi Utara yang memasuki musim dingin.
Peningkatan Aktivitas Influenza Secara Global
WHO menginformasikan bahwa aktivitas influenza menunjukkan kenaikan di beberapa wilayah, bertepatan dengan peralihan musim dingin di belahan Bumi Utara. Meskipun llevel aktivitas influenza masih dalam kisaran yang diharapkan, beberapa daerah mengalami peningkatan periodesasi yang lebih awal.
Virus influenza A, terutama tipe H3N2, kini menjadi penyebab utama peningkatan infeksi. Negara-negara di belahan Bumi Utara melaporkan lonjakan signifikan terkait infeksi saluran pernapasan akut, di mana epidemi musiman influenza dan virus lain seperti syncytial respiratori (RSV) berperan sebagai faktor pengganda.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Ketidakpastian Dalam Menghadapi Gelombang Influenza
WHO menekankan bahwa waktu mulai, durasi, serta tingkat keparahan gelombang flu sulit untuk diprediksi. Variabel tersebut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk jenis virus yang beredar, kekebalan populasi, dan kondisi lingkungan.
Beberapa negara melaporkan awal musim flu yang lebih cepat dari biasanya. Meski demikian, aktivitas penyakit di banyak wilayah belum mencapai ambang epidemi yang ditetapkan.
Pentingnya Vaksin Influenza
Deteksi virus H3N2 terus meningkat di area beriklim sedang, sub-tropis, dan tropis sejak akhir September, menjadikannya sebagai virus dominan saat ini. Dalam konteks ini, vaksin influenza sangat penting, terutama bagi individu yang berisiko tinggi terhadap komplikasi flu.
WHO menggarisbawahi bahwa meskipun strain virus yang beredar mungkin berbeda dari komposisi vaksin, vaksin influenza musiman tetap dapat memberikan tingkat perlindungan yang signifikan. Ini termasuk pencegahan terhadap infeksi yang lebih serius dan pemantauan oleh WHO berfungsi menyesuaikan strategi kesehatan publik dan program vaksinasi di seluruh dunia.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: