Kamis, 11 DESEMBER 2025 • 14:16 WIB

Kecelakaan Tragis di SDN Kalibaru 01: Mobil Makan Bergizi Menabrak Siswa dan Guru

Author

Kecelakaan Tragis di SDN Kalibaru 01: Mobil Makan Bergizi Menabrak Siswa dan Guru

Sebuah kecelakaan tragis melibatkan mobil pengangkut Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, yang mengakibatkan 21 orang terluka, termasuk siswa dan guru.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menyebutkan bahwa sopir mobil mengaku salah menginjak pedal gas ketika berusaha menghentikan mobil yang meluncur tanpa kendali.

Kronologi Kecelakaan Mobil MBG

Kejadian ini berlangsung pada Kamis pagi ketika mobil MBG hendak mengantar makanan ke sekolah. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menjelaskan bahwa sopir mengalami situasi tak terduga saat mobilnya meluncur tanpa kendali.

Mobil yang seharusnya memasuki area sekolah tiba-tiba menerobos pagar dan meluncur ke kerumunan siswa. "Telah terjadi kejadian mobil MBG yang memang setiap hari mengantar makanan di tempat itu karena sopirnya ganti, padahal pintunya tertutup," ujar Pramono.

Setelah menabrak pagar, mobil berwarna putih itu terus melaju dan menabrak siswa yang sedang berkumpul di lapangan. Kepanikan langsung melanda, dengan beberapa siswa terjepit di bawah kendaraan.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Penyebab dan Tindakan Selanjutnya

Kapolsek Cilincing, AKP Bobi Subasri, menyebutkan bahwa pihak kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Menurut sopir, mobil tidak dapat mengerem dengan baik saat menaiki tanjakan.

"Jadi keterangan dari si sopir, itu kan sekolahnya di atas, tanjakan. Nah kebetulan dia memang mau mengantarkan makanan itu ke sekolah. Ini keterangan sementara ya, bukan pasti ya," ungkapnya.

Badan Gizi Nasional (BGN) juga menunggu hasil penyelidikan dari aparat kepolisian untuk memahami lebih dalam penyebab mobil menabrak siswa di halaman sekolah.

Dukungan untuk Korban

Sebanyak 21 orang, termasuk siswa dan guru, mengalami luka-luka dalam insiden ini. Redy Hendra Gunawan, Staf Khusus BGN, memastikan lembaga tersebut akan menanggung semua biaya pengobatan bagi para korban.

"Sesuai arahan Pak Kepala, kami fokus ke penanganan korban. BGN menanggung semua biaya," ucapnya, menegaskan komitmen mereka dalam memenuhi kebutuhan kesehatan korban.

Gubernur Pramono Anung juga menyerukan agar semua pihak memberikan dukungan bagi korban yang dirawat di RSUD Koja. Hal ini menekankan pentingnya perhatian kepada semua yang terdampak dari insiden tersebut.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni Berlanjut

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU