Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, pada Rabu (10/12/2025). Dalam operasi ini, KPK menyita uang dalam pecahan Rupiah serta logam mulia dari lokasi penangkapan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Juru bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa beberapa individu lainnya juga ditangkap dalam operasi tersebut, dan pihaknya akan mengumumkan lebih lanjut mengenai status hukum tersangka dalam konferensi pers yang dijadwalkan pada Kamis sore.
Detil Penangkapan
KPK melakukan penangkapan terhadap Ardito Wijaya beserta empat orang lainnya dalam sebuah operasi yang berlangsung di Kabupaten Lampung Tengah. Operasi ini dilaksanakan berdasarkan pengajuan keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi.
Budi Prasetyo mengkonfirmasi bahwa kelima orang yang ditangkap kini sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh tim KPK. KPK menduga keterlibatan mereka terkait dengan praktik suap yang berkaitan dengan proyek di wilayah tersebut.
Proses hukum tengah berlangsung dan KPK menjanjikan akan segera mengungkap hasil penyelidikan serta kronologi perkara ini dalam waktu dekat.
Baca juga: Kunto Aji: Artis Tak Seharusnya Dapat Perlakuan Istimewa di DPR
Barang Bukti yang Disita
Selama OTT, KPK menyita sejumlah barang bukti penting, termasuk uang dalam pecahan Rupiah dan emas dalam bentuk logam mulia. Penyitaan ini merupakan langkah strategis untuk mengusut lebih lanjut keterlibatan para tersangka dalam dugaan korupsi.
Budi Prasetyo menambahkan bahwa informasi lebih mendetail mengenai barang bukti dan fakta-fakta yang ditemukan akan disampaikan dalam konferensi pers. Harapannya, informasi ini bisa memberikan gambaran yang jelas mengenai kasus yang sedang ditangani KPK.
KPK menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dalam setiap tahapan investigasi, agar publik terus percaya kepada lembaga tersebut.
Klarifikasi dari KPK
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan bahwa operasi penangkapan ini adalah bagian dari upaya tegas untuk menindak praktik suap dalam berbagai sektor pemerintahan. Dia menyebutkan bahwa operasi ini berkaitan langsung dengan kasus suap proyek yang harus segera ditangani.
"Suap proyek," tegas Fitroh dalam konferensi pers seputar penangkapan Ardito dan rekan-rekannya. KPK berharap tindakan tegas ini bisa memberikan efek jera untuk para pelaku korupsi dan meningkatkan integritas pemerintah.
Melalui penegakan hukum yang efisien, KPK berupaya untuk mencegah praktik korupsi yang lebih lanjut dan menjaga kepentingan publik.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: