Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 16:40 WIB

Studi Pengaruh Media Sosial Terhadap Konsentrasi Anak-anak

Author

Studi Pengaruh Media Sosial Terhadap Konsentrasi Anak-anak

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penggunaan media sosial di kalangan anak-anak berdampak negatif terhadap konsentrasi mereka.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Penelitian ini mengaitkan aktivitas di media sosial dengan gejala defisit perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) pada anak-anak.

Temuan Penelitian Mengenai Konsentrasi Anak

Laporan yang direview oleh rekan sejawat ini melibatkan lebih dari 8.300 anak berusia 10 hingga 14 tahun di Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial memiliki keterkaitan signifikan dengan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi.

Dalam studi ini, anak-anak dilaporkan menghabiskan rata-rata 2,3 jam per hari menonton televisi atau video online, 1,4 jam di media sosial, dan 1,5 jam bermain video game.

Meskipun tidak ditemukan hubungan signifikan antara ADHD dan aktivitas bermain video game atau menonton TV, durasi penggunaan media sosial berkorelasi dengan peningkatan gejala ketidakmampuan berkonsentrasi.

Efek Penggunaan Media Sosial Terhadap ADHD

Gangguan perhatian dan hiperaktivitas (ADHD) merupakan kondisi neurodevelopmental yang ditandai dengan impulsif, lupa menjalankan tugas, serta kesulitan berkonsentrasi.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

"Kami mengidentifikasi hubungan antara penggunaan media sosial dan meningkatnya gejala ketidakmampuan berkonsentrasi, yang diinterpretasikan sebagai efek kausal yang mungkin," ungkap peneliti dalam laporan tersebut.

Torkel Klingberg, profesor neurosains kognitif di Karolinska Institute, menekankan bahwa gangguan dari media sosial seperti pesan dan notifikasi mengganggu kemampuan anak untuk fokus.

Tren dan Implikasi Penggunaan Media Sosial oleh Anak

Studi ini menemukan bahwa peningkatan penggunaan media sosial tidak dipengaruhi oleh latar belakang sosioekonomi atau faktor genetik terhadap ADHD.

Data nasional kesehatan anak di AS menunjukkan bahwa prevalensi ADHD meningkat dari 9,5 persen pada periode 2003-2007 menjadi 11,3 persen pada 2020-2022.

"Penggunaan media sosial yang semakin dini dan meningkat ini menyoroti perlunya verifikasi usia yang lebih ketat dan pedoman yang jelas bagi perusahaan teknologi," jelas laporan tersebut.

Selain itu, penggunaan media sosial oleh anak melonjak dari sekitar 30 menit per hari pada usia sembilan tahun hingga dua setengah jam per hari pada usia 13 tahun.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas: Manchester United dan Manchester City Cari Kiper Baru

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU