Rabu, 10 DESEMBER 2025 • 13:06 WIB

Gubernur Dedi Mulyadi: Perusakan Sumber Daya Alam Adalah Korupsi Paling Berbahaya

Author

Gubernur Dedi Mulyadi: Perusakan Sumber Daya Alam Adalah Korupsi Paling Berbahaya

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menekankan bahwa perusakan sumber daya alam (SDA) termasuk salah satu bentuk korupsi yang paling mengancam keberlangsungan hidup masyarakat.

Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia

Ia memaparkan hal tersebut saat Rapat Koordinasi Banjir Bandung Raya di kampus IPDN Jatinangor, menyuarakan pentingnya kesadaran bersama dalam menjaga lingkungan.

Perusakan Sumber Daya Alam Sebagai Bentuk Korupsi

Dalam rapat tersebut, Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kerugian akibat perampasan aset negara dalam bentuk sumber daya alam bersifat jangka panjang.

Ia menyebut tindakan seperti penebangan pohon secara ilegal dan pengambilalihan tanah di daerah aliran sungai sebagai kejahatan besar yang harus segera ditangani.

Dedi berpandangan bahwa 'Praktik-praktik tersebut tidak hanya merampas hak negara dan warga, tetapi juga mempercepat kehancuran lingkungan yang dampaknya kini kian nyata.'

Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya permasalahan korupsi yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan di Indonesia.

Dampak Kerusakan Lingkungan di Indonesia

Gubernur Dedi mencermati bahwa kerusakan lingkungan telah menyebabkan peningkatan frekuensi bencana alam, seperti banjir bandang dan tanah longsor yang melanda berbagai daerah.

Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Ia mengingatkan bahwa eksploitasi alam tanpa kontrol berdampak merugikan masyarakat secara langsung.

Dedi menegaskan, 'Ketika alam rusak, manusia yang akan menerima akibatnya.'

Pernyataan ini merefleksikan urgensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan demi keberlangsungan hidup.

Ajakan untuk Peduli Lingkungan

Dedi Mulyadi mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan berperan aktif dalam pelestarian lingkungan.

Ia percaya bahwa kesadaran kolektif sangat penting dalam memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.

Dedi menggarisbawahi bahwa upaya ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari masyarakat.

Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik, Dedi meyakini bahwa perusakan alam yang menjadi bentuk korupsi paling jahat ini dapat ditekan.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU