Selasa, 09 DESEMBER 2025 • 11:30 WIB

Stroke: Penyebab Kematian Utama di Indonesia dan Pentingnya Penanganan Cepat

Author

Stroke: Penyebab Kematian Utama di Indonesia dan Pentingnya Penanganan Cepat

Stroke menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di Indonesia, dengan lebih dari 350 ribu orang meninggal setiap tahun akibat penyakit ini.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Penting bagi masyarakat untuk mengenali gejala awal stroke melalui panduan 'SeGeRa Ke RS' yang diperkenalkan oleh Kementerian Kesehatan.

Angka Kematian Stroke di Indonesia

Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian di tanah air.

Setiap tahun, stroke mengakibatkan ratusan ribu kematian, dan banyak pasien yang selamat seringkali hidup dengan kecacatan jangka panjang.

Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan, 'Stroke itu menyebabkan lebih dari 350 ribu kematian setiap tahun.'

Angka tersebut menyoroti perlunya upaya pencegahan dan penanganan yang lebih baik terhadap penyakit ini.

Beban Kesehatan dan Pentingnya Penanganan Cepat

Selain tingginya angka kematian, dampak stroke juga terlihat dari tingkat kecacatan permanen yang dialami oleh pasien yang terselamatkan.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Dante menekankan bahwa penanganan cepat sangat penting untuk pemulihan pasien. 'Golden period hanya 4,5 jam dari mulai gejala sampai ditangani dengan masuknya obat,' jelasnya.

Oleh karena itu, mengenali gejala stroke sedini mungkin menjadi kunci untuk mengurangi risiko tersebut.

Upaya meningkatkan kesadaran di masyarakat menjadi sangat mendesak agar lebih banyak orang mengetahui cara mendapatkan bantuan dengan cepat.

Gejala Awal Stroke yang Perlu Diketahui

Kementerian Kesehatan RI telah memperkenalkan istilah 'SeGeRa Ke RS' yang merujuk pada tanda-tanda awal stroke yang harus diwaspadai.

Gejala pertama adalah 'Se' yang berarti senyum tidak simetris, menunjukkan bahwa satu sisi wajah tidak bergerak dengan baik.

'Ge' menunjukkan gerakan mendadak melemah, seringkali mengakibatkan pasien sulit bergerak atau lemas.

Gejala lain termasuk 'Ra' atau bicara pelo yang mencerminkan kesulitan berbicara dan pemahaman, 'Ke' yaitu kebas atau kesemutan, 'R' yakni rabun mendadak, dan 'S' yang berarti sakit kepala hebat.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU