Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah mencapai 961 jiwa per pukul 16.00 WIB, Senin (8/12).
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam laporan tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari, juga menyampaikan penemuan 40 jenazah korban pada hari yang sama di beberapa wilayah terdampak.
Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Meningkat
Rapat terbatas sebelumnya melaporkan total korban meninggal dunia berjumlah 921 orang, dan korban hilang sebanyak 392 orang. Dari tiga provinsi yang terdampak, jumlah pengungsi mencapai 975.000 jiwa.
Muhari menjelaskan, hasil pencarian tim gabungan yang dipimpin Basarnas menunjukkan peningkatan jumlah korban di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Di Aceh, ditemukan tambahan 23 jenazah, total kini menjadi 389 jiwa.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus
Di Sumatra Utara, penemuan 9 jenazah baru meningkatkan total menjadi 338 jiwa, sementara di Sumatra Barat, delapan jasad baru ditemukan, membawa total menjadi 234 jiwa.
Upaya Pencarian dan Bantuan untuk Korban
BNPB mencatat bahwa jumlah korban hilang kini berkurang menjadi 293 jiwa. Umar menegaskan, "Tentu saja tim gabungan di lapangan akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin, seoptimal mungkin, agar jumlah korban yang saat ini masih hilang bisa kita minimalkan sedikit mungkin."
Penanganan pengungsi juga menjadi fokus utama, dengan total pengungsi hari ini mencapai 1.057.482 jiwa. "Ini tentu saja menjadi tugas kami di posko utama untuk tetap mengoptimalkan distribusi bantuan, bisa memenuhi kebutuhan dasar di pengungsian," tambahnya.
Dampak Infrastruktur dan Kesehatan
BNPB melaporkan lebih dari 4.200 orang mengalami luka-luka akibat bencana ini. Kerusakan infrastruktur juga parah, dengan 1.300 fasilitas umum rusak, termasuk 199 fasilitas kesehatan dan 697 fasilitas pendidikan.
Data terbaru menunjukkan bahwa 420 rumah ibadah, 234 gedung atau kantor, dan 405 jembatan hancur akibat dampak bencana ini.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: