Senin, 08 DESEMBER 2025 • 13:36 WIB

Peluncuran Rute Penerbangan Terlama di Dunia oleh China Eastern Airlines

Author

Peluncuran Rute Penerbangan Terlama di Dunia oleh China Eastern Airlines

China Eastern Airlines baru saja meluncurkan rute penerbangan terpanjang di dunia, menghubungkan Shanghai ke Buenos Aires, Argentina dengan durasi mencapai 29 jam.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Rute ini mencakup jarak sejauh 12.400 mil atau sekitar 19.955 km, dan termasuk waktu singgah di Auckland, Selandia Baru, selama dua jam untuk pengisian bahan bakar.

Detail Penerbangan

Penerbangan baru ini menggunakan pesawat jumbo Boeing 777-300ER dengan kapasitas 316 kursi dan dijadwalkan beroperasi dua kali seminggu.

Penerbangan perdana yang berangkat dari Bandara Internasional Shanghai Pudong pada pukul 02.00 waktu setempat ini menunjukkan kedatangan lebih cepat dari jadwal di Bandara Internasional Ezeiza.

Walaupun waktu penerbangan dari China ke Argentina mencapai lebih dari 25 jam, perjalanan pulang dari Buenos Aires ke Shanghai membutuhkan waktu empat jam lebih lama.

Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat

Rekor Penerbangan dan Persaingan

Dengan peluncuran rute ini, China Eastern Airlines berhasil melampaui rekor sebelumnya yang dipegang oleh Singapore Airlines, yang menawarkan penerbangan langsung antara New York dan Singapura dalam waktu 19 jam.

Persaingan untuk merebut rekor penerbangan terpanjang terus berlanjut, dengan maskapai Australia Qantas berencana untuk membuka rute dari Sydney ke London pada tahun 2027 dengan waktu penerbangan 22 jam.

Seperti yang dilaporkan oleh Metro, keberadaan rute baru ini menunjukkan bahwa industri penerbangan internasional semakin kompetitif.

Dampak Sosial dan Budaya

Rute penerbangan baru ini diharapkan dapat memenuhi permintaan penumpang yang tertarik mengunjungi Amerika Selatan, khususnya mengingat pentingnya populasi diaspora Asia Timur di Argentina.

Data dari Simply Flying menunjukkan bahwa lebih dari 55.000 warga keturunan Cina tinggal di Argentina, menjadikannya salah satu komunitas berkembang di negara tersebut.

Laporan juga mengungkapkan bahwa sekitar 96.000 penumpang melakukan perjalanan antara China dan Buenos Aires dalam periode 12 bulan terakhir, menunjukkan besarnya permintaan untuk penerbangan langsung tersebut.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU