Minggu, 07 DESEMBER 2025 • 18:11 WIB

Kemenkes Siapkan Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Masyarakat

Author

Kemenkes Siapkan Rekomendasi Aktivitas Fisik untuk Masyarakat

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang menyusun rekomendasi aktivitas fisik berdasarkan usia untuk masyarakat lewat program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Langkah ini menyusul temuan Survei Kesehatan Indonesia yang menunjukkan lebih dari sepertiga penduduk usia 10 tahun ke atas tidak memenuhi standar aktivitas fisik yang cukup.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas, Maria Endang Sumiwi, menekankan pentingnya edukasi aktivitas fisik dan tindakan proaktif untuk mengatasi kurangnya aktivitas di masyarakat. Ia menegaskan bahwa setiap orang seharusnya beraktivitas minimal 30 menit setiap hari berdasarkan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Rekomendasi Aktivitas Fisik Berdasarkan Umur

Berdasarkan data terbaru, sekitar 95,6 persen penduduk Indonesia kurang beraktivitas fisik secara memadai. Dengan adanya rekomendasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami jenis aktivitas fisik sesuai usia dan menerapkannya secara teratur.

Pada program Cek Kesehatan Gratis yang dilaksanakan di 10.300 puskesmas di seluruh Indonesia, jenis aktivitas fisik yang disarankan, seperti jalan cepat selama 30 menit bagi dewasa, akan sangat membantu meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik.

Program ini bertujuan menciptakan pola hidup sehat yang berkelanjutan dengan memperhatikan umur dan kondisi fisik individu. Kemenkes yakin bahwa pencegahan yang baik bisa mengurangi risiko penyakit akibat kurangnya aktivitas fisik.

Baca juga: Korea Selatan Siap Hadapi Tantangan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Perluasan Program Cek Kesehatan Gratis

Maria juga mengungkapkan bahwa tahun depan program CKG akan diperluas ke klinik-klinik pratama, tidak hanya terbatas pada puskesmas. Ini sejalan dengan perubahan paradigma di dunia kesehatan yang lebih mengutamakan pencegahan dibandingkan perawatan kuratif.

Dengan ini, Kemenkes berusaha mengubah cara pandang masyarakat dari 'menunggu sakit' menjadi 'memastikan kesehatan.' Maria menambahkan, 'Kita mau berubah dari masyarakat yang menunggu sakit, menjadi masyarakat yang aktif menjaga kesehatan.'

Diharapkan dengan pendekatan proaktif ini, masyarakat akan lebih sadar untuk berolahraga dan menjaga kesehatan.

Indikator Kesehatan dan Kebugaran

Maria menyebutkan bahwa untuk mengukur kesehatan seseorang, terdapat lima indikator penting: komposisi tubuh, daya tahan jantung, kekuatan otot, fleksibilitas, dan daya tahan otot. Indikator-indikator ini sangat membantu memberikan gambaran lengkap mengenai kebugaran individu.

'Sehat itu terbebas dari penyakit, namun bugar itu adalah kemampuan untuk melakukan aktivitas fisik tanpa merasa lelah,' jelasnya. Dengan memahami perbedaan ini, masyarakat diharapkan lebih termotivasi untuk mengambil langkah-langkah penting agar tetap aktif dan sehat sepanjang hidup.

Pentingnya pemahaman ini adalah untuk mendorong masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan secara berkelanjutan, bukan hanya saat tubuh merasa sakit.

Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU