Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 19:03 WIB

Pernyataan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Terkait Permintaan Maaf kepada Korea Utara

Author

Pernyataan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Terkait Permintaan Maaf kepada Korea Utara

Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, mengumumkan kemungkinan permintaan maaf kepada Korea Utara terkait dugaan operasi drone yang dilakukan oleh pemerintahan sebelumnya di bawah Yoon Suk Yeol.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Pernyataan ini menciptakan spekulasi tentang tujuan politik Lee serta dampaknya terhadap hubungan antar-Korea.

Pernyataan Lee Jae Myung dan Konteks Sejarah

Dalam pernyataannya pada peringatan satu tahun upaya kudeta gagal oleh mantan Presiden Yoon Suk Yeol, Lee Jae Myung menekankan pentingnya meredakan ketegangan dengan Korea Utara.

Ia mengungkapkan, "Saya pikir kita perlu meminta maaf, tetapi saya belum bisa mengatakannya karena khawatir itu dapat digunakan untuk mencemarkan nama saya atau memicu pertempuran ideologis," seperti yang dikutip oleh The Associated Press.

Permintaan maaf ini datang di tengah proses hukum terhadap Yoon dan dua pejabatnya terkait misi drone dan penyebaran balon propaganda.

Media lokal melaporkan bahwa selama kepemimpinan Yoon, militer Korea Selatan menerbangkan selebaran ke wilayah Korea Utara meskipun klaim tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak militer.

Upaya Meredakan Ketegangan dan Respons Korea Utara

Sejak menjabat pada bulan Juni, Lee menunjukkan upaya untuk memperbaiki hubungan dengan Korea Utara, diantaranya dengan menghentikan aktivitas propaganda serta melarang aktivis menerbangkan balon selebaran.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Namun, upaya ini tampaknya belum memperoleh respons positif dari Korea Utara, yang terlihat skeptis terhadap niat baik Lee.

Lee juga mengusulkan penangguhan latihan militer bersama Amerika Serikat sebagai cara untuk menarik Korea Utara kembali ke meja perundingan, meskipun ini berisiko menimbulkan kritik dari kalangan konservatif dalam negeri.

Isu keamanan dan ketegangan militer antara kedua negara tetap menjadi tantangan utama dalam menciptakan rekonsiliasi.

Kritik terhadap Ketidaktahuan Mengenai Tahanan di Korea Utara

Di tengah upaya untuk rekonsiliasi, Lee menghadapi kritik karena tidak mengetahui keberadaan enam warga Korea Selatan yang ditahan di Korea Utara.

"Benarkah ada warga negara Korea yang ditahan?" tanyanya, mengejutkan keluarga para tahanan.

Kim Jeong-sam, saudara salah satu misionaris yang dipenjara, menyatakan, "Hati saya sakit. Saya rasa Presiden Lee tidak terlalu peduli."

Analis hukum, Ethan Hee-Seok Shin, menyebut pernyataan Lee tidak dapat diterima dan menekankan bahwa sebagai presiden, Lee seharusnya memahami isu-isu serius ini dan mencari solusi.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU