Jumat, 05 DESEMBER 2025 • 18:06 WIB

Kembalinya Selat Muria: Gejala dan Implikasinya di Pesisir Jawa Tengah

Author

Kembalinya Selat Muria: Gejala dan Implikasinya di Pesisir Jawa Tengah

Selat Muria, yang selama hampir tiga abad hilang, berpotensi muncul kembali di Pesisir Jawa Tengah akibat pergeseran geologis. Hal ini diungkapkan oleh Eko Soebowo, seorang pakar geologi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar

Dulunya menjadi pemisah antara Pulau Jawa dan Gunung Muria, selat ini terbenam pada sekitar 300 tahun lalu. Namun, penurunan tanah dan kenaikan permukaan air laut dapat mendukung kemungkinan kembalinya selat tersebut.

Penyebab Kembalinya Selat Muria

Eko Soebowo menjelaskan bahwa penurunan tanah di wilayah Semarang, Demak, dan sekitarnya bervariasi, dengan intensitas tertinggi mencapai 10 sentimeter per tahun. Faktor ini dipengaruhi oleh karakteristik tanah sedimen muda serta aktivitas manusia yang berkontribusi pada penurunan permukaan tanah.

Penurunan permukaan tanah memiliki dua kategori: alami dan antropogenik. Faktor alami yang disebabkan oleh karakteristik tanah sedimen dapat menurunkan sekitar 1 sentimeter per tahun, namun aktivitas manusia yang intensif dapat menghasilkan penurunan yang jauh lebih signifikan.

Selain itu, kenaikan permukaan air laut akibat perubahan iklim juga berkontribusi pada potensi munculnya Selat Muria. Meskipun banjir bukanlah penyebab langsung kembalinya selat tersebut, fenomena ini menjadi penting untuk diperhatikan.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Implikasi Lingkungan dan Infrastruktur

Menurut Eko, banjir di wilayah tersebut justru bisa meningkatkan ketinggian daratan. "Jika banjir terjadi, itu justru mengisi sedimentasi di daerah selat tersebut,’” jelasnya.

Fenomena banjir dapat membawa material dari sungai-sungai yang bermuara di pantura. Material ini berfungsi untuk mempercepat proses pendangkalan dan dapat menjadi perhatian serius bagi kota-kota seperti Semarang.

Semarang, yang mengalami penurunan permukaan tanah yang sistematis, harus mempertimbangkan dampak dari fenomena ini dengan serius. Efek banjir dapat menjadi tantangan bagi infrastruktur yang telah ada.

Tantangan dan Harapan untuk Masa Depan

Kehadiran Selat Muria, jika terwujud, membuka harapan baru untuk ekosistem dan pengelolaan sumber daya di Pesisir Jawa Tengah. Namun, tantangan infrastructure yang sudah ada juga harus dihadapi.

Pakar memperingatkan pentingnya mitigasi untuk mengatasi penurunan tanah dan dampak perubahan iklim yang berkelanjutan. Ini menjadi krusial untuk memastikan bahwa keberlanjutan ekosistem pesisir tetap terjaga.

Dengan langkah-langkah yang tepat, peluang pemulihan lingkungan ini dapat dimaksimalkan, memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di wilayah tersebut.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU